alexametrics

Harga Tiket Capai Ambang Batas Atas, Padahal Biaya PJP4U Tidak Berubah

12 Januari 2019, 19:25:07 WIB

JawaPos.com – Sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu hingga saat ini, harga tiket pesawat masih belum normal. Padahal, masa Pick Season menurut perhitungan pemerintah sudah lama berakhir tepatnya pada 6 Januari 2019 lalu.

Saat ini harga tiket masih berada di ambang batas atas, dimana untuk penerbangan yang sebelumnya berada di angka rata-rata Rp 700 ribu, kini masih berada lebih dari Rp 1 juta.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso menjelaskan, kondisi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya biaya perawatan pesawat yang tinggi bersanding dengan penurunan jumlah penumpang.

Adanya aturan batas atas dan batas bawah harga tiket pesawat yang bisa dioptimalkan oleh maskapai, ikut berpengaruh pada kondisi ini.
“Alasan dari maskapai mungkin dari cost maintenance, kondisi sekarang juga sedang menurun. Ini untuk menghindari cost yang tinggi,” kata Suwarso ketika ditemui di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Sabtu (12/1).

Untuk layanan di bandara sendiri, lanjut Suwarso, sejatinya tidak membebani maskapai. Seperti di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, sudah sejak 2016 lalu operasional pesawat tidak mengalami perubahan biaya.

“Berdasarkan Perka (Peraturan Kepala BP Batam) 2016, tidak ada kenaikan sampai saat ini,” kata Suwarso lagi.

Di sisi lain, biaya Pendaratan Jasa Penempatan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) yang terdiri atas beberapa item, masih berada di angka normal. Bahkan jika disandingkan dengan operasional di bandada luar negeri.

Salah satu contohnya adalah biaya landing fee untuk pesawat tipe 737 S-800, untuk rute domestik dibandrol seharga Rp 425 ribu untuk sekali landing. Biaya parkir lebih dari dua jam hingga 24 jam dikenai tarif Rp 75 ribu. Sementara untuk parkir pesawat di bawah dua jam tidak dikenai biaya.

“Pesawat itu parkir biasanya hanya sekitar 40 menit. Jadi rata-rata tidak kena biaya,” kata Suwarso lagi.

Item lainnya adalah Garbarata, dimana pemakaian di bawah 12 jam dikenai biaya Rp 200 ribu untuk sekali pakai. Dan Passanger Service Charger (PSC) sebesar Rp 60 ribu untuk satu penumpang.

Sementara itu, efek dari harga tiket pesawat yang tetap bertahan di ambang batas atas ini, ikut berpengaruh pada intensitas massa menggunakan jalur udara. Dimana penurunan yang terjadi sudah terlihat sejak beberapa waktu belakangan.

Untuk data pasti penurunan tersebut, Suwarso mengaku belum melakukan update. Namun yang terjadi di lapangan cukup memberikan penegasan atas penurunan yang ada.

“Beberapa hari lalu, dua pesawat Garuda (Garuda Indonesia) tidak berangkat. Dialihkan ke pesawat lainnya karena tidak ada penumpang, daripada mereka rugi,” kata Suwarso lagi.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Bobi Bani

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Harga Tiket Capai Ambang Batas Atas, Padahal Biaya PJP4U Tidak Berubah