alexametrics

BPJS Kesehatan Semarang Defisit Rp 160 Miliar/Bulan

12 Januari 2019, 16:01:22 WIB

JawaPos.com – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Kota Semarang menorehkan catatan negatif sepanjang 2018. Mulai Januari hingga Desember rata-rata defisit Rp 160 miliar per bulan.

Hal tersebut terjadi karena jumlah iuran dari masyarakat selalu tak berimbang dengan klaim dari rumah sakit yang harus dilunasi. Sepanjang 2018, klaim pembayaran yang harus ditanggung BPJS Kesehatan Semarang mencapai Rp 229 miliar per bulan.

Sementara iuran yang diterima BPJS Kesehatan Semarang rata-rata Rp 65 miliar per bulan. “Defisit ini akhirnya ditomboki pemerintah. Salah satunya melalui cukai rokok,” kata Kepala BPJS KCU Semarang Bimantoro, Sabtu (12/1).

Total ada 207 juta jiwa peserta JKN-KIS se-Indonesia. Iuran 92 Juta peserta di antaranya ditanggung pemerintah pusat. Sedangkan di Jawa Tengah ada sekira 1 juta orang. “Kalau di Kota Semarang 290 ribu peserta. Yang UHC (Universal Health Coverage) itu,” lanjut Bimantoro.

Pada 2018, tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan mencapai Rp 50 miliar. Kemudian dibentuk Kader JKN yang bertugas menagih iuran dari para peserta BPJS Kesehatan. “Kami cari jalan kerja sama dengan kader JKN. Jadi kami tidak gaji. Tapi mendapat fee dari hasil yang dia tagih,” terangnya.

Saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan di Kota Semarang totalnya mencapai 94,8 persen dari jumlah penduduk. Sementara untuk di wilayah Kabupaten Demak sebanyak 94 persen.

“Ini sudah cukup tinggi untuk ukuran Jateng-DIY. Apresiasi kami berikan kepada wali kota dan bupati yang ikut yang mendukung JKN. Semoga daerah-daerah yang lain segera,” ucap Bimantoro.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Tunggul Kumoro


Close Ads
BPJS Kesehatan Semarang Defisit Rp 160 Miliar/Bulan