alexametrics
Libatkan 40 Pria Dewasa

Begini Detik-detik Evakuasi Manusia Raksasa Kalimantan ke Rumah Sakit

12 Januari 2019, 09:09:36 WIB

JawaPos.com – Permsalahan obesitas akut kembali menjadi. Kali ini terjadi di Palangka Raya. Titi Wati,37, wanita berbobot sekitar 350 kilogram akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit untuk menurunkan bobotnya yang berlebih.

Evakusi terhadap Titi betul-betul menguras tenaga dan pikiran. Strategi pengangkatan berjalan rumit hingga membutuhkan waktu 10 menit hanya untuk menuju mobil pikap dari rumahnya di warga Jalan G Obos XXV Palangka Raya. Saking beratnya, perlu sekitar 20 orang mengangkat Wati.

Total ada 40 pria dewasa yang secara bergantian mengevakuasi manusia terberat di Kalimantan Tengah itu. Tandu yang dibuat khusus dari kayu digunakan untuk mengangkat wanita beranak satu itu. Secara keseluruhan, proses evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan.

Jendela dan pintu rumah kontrakan Wati dibongkar. Selama diangkut, Wati mendapat bantuan napas dari tabung oksigen. Ada tiga tabung oksigen yang disediakan. Tangis dan haru pun terlihat saat tubuh ”raksasa” Wati digotong tim dari Tagana dan Damkar Kota, Jumat (11/1).

Komandan Regu I UPTD Damkar Kota Palangka Raya Sucipto seperti dikutip Radar Sampit (Jawa Pos Group), Sabtu (12/1) mengatakan, baru kali ini melakukan evakuasi hingga memerlukan waktu lama, rumit, dan menguras tenaga. Namun, dia bersyukur prosesnya berjalan mulus.

”Evakuasi dilakukan empat puluh personel secara bergantian hanya untuk satu orang. Ini rekor dan kami bangga bisa melaksanakan tugas dengan lancar, walaupun menguras tenaga, pikiran, bahkan strategi pengangkatan,” ungkapnya.

Sucipto mengatakan, tandu yang digunakan untuk mengangkat tubuh Wati dirancang khusus menggunakan kayu yang kuat, setengah kilo paku, enam pack roda, dan dikerjakan enam jam hingga selesai. Biaya pembuatannya menghabiskan sekitar Rp 500 ribu.

Sugeng, relawan Tagana mengatakan, bobot tubuh Wati sangat berat. Seumur hidup, baru kali ini dia mengangkat berat badan manusia seberat itu.

”Seumur-umur baru kali ini. Semoga dengan dievakuasinya bu Wati, bisa sehat kembali seperti sedia kala,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Kemitraan RSUD Doris Slyvanus Palangka Raya Theodorus Sapta Atmadja mengatakan, setelah dievakuasi, secara resmi Wati akan menjalani perawatan di rumah sakit dan langsung dipantau tim dokter yang telah dibentuk.

”Mulai hari ini (kemarin, Red) kami langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan lebih lanjut. Titi Wati kami tempatkan di ruang Edelweis tersendiri,” ujar Theodorus.

Dia menuturkan, penanganan dilakukan atas bantuan Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi. Baik berupa pengobatan maupun tindakan medis lainnya. Semua biaya gratis selama perawatan.

”Semuanya gratis dan ini adalah kerja sama semua pihak. Semoga pasien lebih baik. Tadi memang saat evakuasi pasien gugup hingga sempat mengalami sesak napas, karena itu dibantu oksigen,” ujar Theodorus.

Theodorus menambahkan, di hari pertama Titi dirawat, terlebih dahulu dilakukan pemantauan karena Wati baru melakukan mobilisasi dari tempatnya yang sudah sekian lama tak bergerak dan beraktivitas.

”Baru nanti akan dilakukan pemeriksaan penunjang untuk persiapan persyaratan operasi bedah bariatrik di RSUD dr Doris Slayvanus. Meliputi pemeriksaan darah rutin, fungsi ginjal, fungsi hati, lemak, dan lain-lainnya terkait kesehatan pasien,” katanya.

Dia berharap saat persiapan dan tindakan operasi tidak terjadi kontra indikasi mutlak, sehingga operasi tidak terjadi atau dibatalkan. ”Semoga berjalan baik dan kami juga sudah rapat dengan tim dokter dan koordinasi dengan tim dokter lain. Sekitar 16 dokter yang diturunkan,” ujarnya.

Theodorus menambahkan, persiapan diperkirakan sekitar satu minggu agar pelaksanaan operasi berjalan mulus. Bagian yang dioperasi adalah lambung pasien, sehingga volume lambung akan berkurang 50 persen.

”Saya yakin ini berhasil dan tim dokter dari Bali tinggal menunggu informasi dari Doris. Pokoknya semuanya sudah siap, termasuk menyediakan peralatan seperti pacu jantung,” ujarnya.

Sementara itu, anak kandung Wati, Herlina, berharap langkah yang sudah ditempuh membuat ibunya lebih baik dan tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. Dia berharap kesehatan dan kondisi tubuh sang ibu kembali seperti dulu dan bisa beraktivitas kembali.

”Saya berharap yang terbaik buat ibu dan semoga langkah ini menjadikan kesehatan ibu lebih baik. Terima kasih atas semua pihak yang membantu dalam pengobatan dan penanganan,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : JPG



Close Ads
Begini Detik-detik Evakuasi Manusia Raksasa Kalimantan ke Rumah Sakit