alexametrics

Aktivitas Ekspor Sumut Diperdiksi Meningkat di 2019

12 Januari 2019, 17:41:05 WIB

JawaPos.com – Hadirnya Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung yang berada di Kabupaten Batubara dipercaya akan menunjang aktivitas ekspor dia Sumatera Utara (Sumut). Diprediksi, aktivitas ekspor di Sumut akan mengalami peningkatan pada 2019.

Ketua Umum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Khairul Mahali mengatakan, dampak positif hadirnya Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung, kapal-kapal yang mengangkut barang ekspor tidak lagi singgah ke Malaysia atau Singapura.

“Pengaruh Kuala Tanjung, nilai plusnya kapal mother vessel bisa masuk langsung. Jadi kapal itu tidak lagi transit. Jadi bisa langsung ke Eropa, ke Jepang, Australia dan sebagainya,” ujar Khairul Mahali kepada JawaPos.com, Sabtu (12/1).

Ia melanjutkan, tren positif peningkatan ekspor di Sumut yang terjadi di 2018 akan berlanjut di 2019. Apalagi, pada 2019 selain melalui jalur laut, pihaknya juga akan mengoptimalkan kegiatan ekspor melalui udara.

“Kita bukan hanya dari pelabuhan laut saja, juga ekspor melalui udara. Kita mau jadikan Bandara Kualanamu itu Hub Wilayah Barat,” paparnya.

Ia mengungkapkan, pekan depan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pengusaha depo kontainer untuk membahas peningkatan kegiatan ekspor di Sumut pada 2019.

“Kemudian, nanti kedepan akan bertemu dengan pihak maskapai untuk optimalkan ekspor melalui udara,” beber Khairul Mahali yang saat ini juga menjabat Ketua Umum Kadin Sumut ini.

Dirinya berharap, pada 2019 pemerintah dapat memberikan insentif dan subsidi bagi dunia ekspor tanah air, seperti yang diluakukan negara luar.

“Kalau di negara lain itu, ekspor mendapat insentif dan subsidi dari pemerintah cukup besar. Menjaga agar daya saing produk daerah Sumut jangan kalah dengan daerah lain apalagi negara lain. Supaya jadi pertimbangan juga,” ujar Khairul Mahali.

Ia mencontohkan, seperti produk seperti buah-buahan dari Tiongkok yang ada di Indonesia. Dimana harganya bisa lebih murah dari produk dari Sumut. Hal itu dikarenakan, pemerintahnya berikan insentif ekspor.

Ia juga mengungkapkan, peningkatan safety penerbangan yang tengah dibenahi untuk mengurangi kecelakaan juga menjadi perhatian mereka.

“Dengan meningkatnya maintenance akan membuat cost tinggi, pasti mempengaruhi cargo juga dan mempengaruhi pengiriman udara. “Kita evaluasi, justru karena itu kita berharap kepada pemerintah, juga kepada fasilitator dunia penerbangan supaya jadi pertimbangan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, di 2018 ekspor di Sumut mengalami peningkatan dari 2017. Melemahnya Rupiah menjadi salah satu faktor penunjang kenaikan aktivitas ekspor.

Barang-barang yang diekspor tak hanya hasil kebun seperti sawit dan karet saja. Tetapi juga produk turunan kedua komoditas tersebut. “Makanan olahan, produk UKM juga banyak diekspor. Sekarang ini (produk UKM dan makanana olahan) sudah menembus pasar Asia,” tandasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Budi Warsito



Close Ads
Aktivitas Ekspor Sumut Diperdiksi Meningkat di 2019