alexametrics
RM Ringin Asri Rugi Rp 150 Juta Akibat Banjir

Pemilik: Tiba-tiba Aliran Air dari Sungai Masuk ke Rumah Makan

11 Desember 2018, 15:19:50 WIB

JawaPos.com- Banjir yang mengepung Kota Malang, kemarin (10/12), cukup membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Salah satunya dialami Rumah Makan (RM) Ringin Asri, di mana ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Gara-gara banjir itu, pemilik rumah makan tersebut menderita kerugian sebesar Rp 150 juta.

Rumah makan yang berada di kawasan Jalan Terusan Borobudur, Mojolangu, Kota Malang itu memang menjadi salah satu lokasi yang terdampak banjir paling parah. Sebagian besar rumah makan tersebut rusak akibat luapan air sungai setinggi lebih dari 60 cm. Bahkan, air sempat menutup seluruh halaman parkir. Mobil-mobil yang terparkir di sana terendam hingga menyisakan bagian atasnya saja yang bisa dilihat kasat mata.

Pemilik RM Ringin Asri Hariadi mengaku, kehilangan beberapa perlengkapan musik yang disimpannya di dalam museum cinema miliknya. “Seperangkat alat musik punya saya hilang terbawa air, meja dan kursi, serta beberapa peralatan rumah makan juga hilang,” ujarnya, Selasa (11/12).

Pada saat terjadi hujan deras, dia tidak menyangka bahwa akan terjadi banjir dan menimpa rumah makannya. Sehingga, dia tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang-barang miliknya.

“Saya dan karyawan tidak menyangka banjirnya seperti ini, tiba-tiba aliran air dari sungai masuk ke rumah makan. Tembok juga ambrol karena tidak kuat menahan arus air,” keluhnya.

Menurutnya, air yang meluap ke tempatnya tersebut berasal dari sungai irigasi yang letaknya tepat di samping rumah makan. Diduga irigasi itu tidak dapat menahan debit air yang cukup deras. Saluran air di situ mengalami penyempitan karena tertutup bangunan.

Hariadi berharap, Pemkot Malang bisa segera bertindak untuk membangun saluran air. “Kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2011 lalu. Air tidak bisa menampung karena tidak ada salurannya, sehingga airnya mendorong tembok saya. Meskipun tembok saya kuat, tetapi jika terus menerus menahan arus air akan jebol juga,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras mengguyur Kota Malang, Senin (10/12). Derasnya hujan terjadi selama 1 jam. Di beberapa lokasi hujan bahkan mengguyur sekitar 2 jam.

Buruknya sistem drainase, menjadi pemicu banjir di Bumi Arema. Bahkan Wali Kota Malang Sutiaji, secara gantleman meminta maaf kepada warganya melalui Instagram.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (fis/JPC)



Close Ads
Pemilik: Tiba-tiba Aliran Air dari Sungai Masuk ke Rumah Makan