alexametrics

Lewat Sekolah Indonesia Cepat Tanggap, Siswa Lombok Kembali Belajar

11 Desember 2018, 06:10:33 WIB

JawaPos.com – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) bekerjasama dengan Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI) dan FUSI Foundation menggelar program Sekolah Indonesia Cepat Tanggap (SICT) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini dilaksanakan dalam rangka pembangunan Lombok dari sisi infrastruktur fasilitas pendidikan pascaperistiwa gempa 6,4 SR yang mengguncang Juli 2018 lalu.

Salah satunya yakni dengan membangun fasilitas sekolah bagi anak-anak di Lombok. Seperti pembangunan Sekolah Dasar (SD) / MI (Madrasah Ibtidaiyah) Yayasan Pendidikan Riyadlul Wardiyah di Batu Layar, Kabupaten Lombok Utara, NTB, yang diresmikan kemarin (10/12).

Regional Manager Wilayah Jawa Timur 2 PT BFI Finance, I Kadek Tirtayasa mengatakan, dengan turut serta dalam pembangunan sekolah di Lombok, membuktikan bahwa BFI Finance konsisten dalam mewujudkan visi yakni meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Kami tidak hanya membangun kembali fisik sekolah bagi anak-anak Lombok, tapi kami membangun kembali mimpi dan menyemangati mereka bahwa mereka dapat terus bersekolah dan mewujudkan cita-citanya,” kata Kadek, Senin (10/12) didampingi Francisca Susilawati, Head of Corporate Communication & CSR BFI Finance.

Untuk konsep dan detail teknis pembangunan, lanjut Kadek, pihaknya mempercayakan kepada ILUNI FTUI. Menurutnya, pembangunan sekolah ini cukup cepat. Dengan waktu sekitar dua bulan, terhitung sejak peletakan batu pertama pada 6 Oktober silam, gedung sekolah telah rampung.

Adapun pembangunan tersebut meliputi empat unit ruang kelas, satu unit perpustakaan dan satu unit ruang guru. Masing-masing ruang juga dilengkapi dengan furnitur, dilengkapi dengan selasar, unit toilet dan fasilitas cuci tangan, tribun dan teras untuk wadah ekspresi siswa, serta unit ruang transisi untuk tempat bermain dan berinteraksi.

Gedung SD/MIYayasan Pendidikan Ridyadlul Wardiyah merupakan salah satu sekolah dengan kerusakan yang cukup parah. Sebanyak lebih dari dua ratus siswa di yayasan tersebut kehilangan tempat belajar mereka karena roboh diamuk gempa. Sekolah Indonesia Cepat Tanggap (SICT) dirancang dengan berbasis modular dan komponen yang dapat dikonstruksi secara mudah dan cepat.

Rancangan sekolah ini sangat berbeda dari susunan tipikal sekolah pada umumnya berupa deretan ruang-ruang kelas yang monoton. SICT memiliki unit-unit ruang kelas yang terintegrasi dengan ruang luar yang ditata secara seksama untuk mewadahi kegiatan belajar yang bervariasi di dalam maupun di luar ruangan.

Selain membangun sekolah, BFI Finance juga tanggap terhadap pemulihan pascabencana dengan menggagas beragam bantuandi Lombok. Seperti bantuan logistik kepada para korban di Lombok dan wilayah lain yang pernah dilanda bencana alam. Baru-baru ini, BFI Finance berinisiatif melaksanakan program trauma healing dengan pendampingan psikolog untuk para korban gempa Palu-Donggala selain mengirimkan bantuan logistik.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (yes/JPC)



Close Ads
Lewat Sekolah Indonesia Cepat Tanggap, Siswa Lombok Kembali Belajar