alexametrics

Empat Korban Penembakan KKB Asal Sulawesi Ternyata Sekeluarga

Baru Tiga Minggu Kerja
11 Desember 2018, 14:26:12 WIB

JawaPos.com – Empat warga Sulawesi menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya yang terjadi di Kali Yigi-Kali Auruk, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, pada 1 Desember 2018. Kini keempat korban sudah tiba dipulangkan ke kampung halamannya.

Pesawat yang membawa korban mendarat di bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Sabtu (8/12). Jenazah diterbangkan dengan pesawat berbeda. Dua jenazah yang beridentitas Yosdafat dan Aris Yusi tiba dengan menggunakan penerbangan Lion Air JT 781 sekitar pukul 06.40 Wita. Satu jenazah yakni Yusran tiba dengan penerbangan Batik Air ID 6232 sekitar pukul 10.55 Wita.

Tiga jenazah tersebut merupakan warga Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara. Ketiga jenazah langsung diberangkatkan ke kampung halamanya memalui jalur darat dengan menggunakan tiga unit mobil jenazah.

Korban Penembakan KKB, Korban KKB Sulawesi, Korban KKB Sekeluarga
Lokasi penembakan pekerja di Papua. (Dok. Kementerian PUPR)

Sementara satu jenazah atas nama Faiz Syahputra yang merupakan adik kandung dari Aris Yusi sudah diambil pihak keluarga di Makasar. Almarhum akan dimakamkan di kampung halaman istrinya.

Pihak keluarga yang mengawal jenazah, Daniel Pariangan mengatakan, keempat korban itu merupakan satu keluarga atau sepupu, hanya Faiz Syahputra dan Aris Yusi saudara kandung.

“Mereka berempat ini memang saudara sepupu, hanya hanya Faiz Syahputra dan Aris Yusi saudara kandung. Kami juga pihak keluarga sedang menunggu kabar dari dua saudara kami lagi, yakni Bota dan Ato,” jelasnya sebagaimana dikutip dari Radar Sulteng (Jawa Pos Group), Selasa (11/12)
.
Daniel menuturkan, jenazah disemayamkan di rumah duka serta pemakaman dilakukan pada Minggu (9/12) di pemakaman keluarga yang tidak jauh dari rumah duka, Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara. “Keluarga melakukan ibadah dan pemakaman dari ketiga saudara kami yang menjadi korban ini. Dan tiga korban ini belum berkeluarga, ” ucapnya.

Dia lantas menceritakan perjalanannya merantau ke Papua. Saat itu ia dan empat korban bekerja di satu perusahaan. Sebelum terbang ke Papua, keempat korban ini kerja di Makassar. Namun di saat ada proyek jembatan di Papua, Daniel pun mengajak empat korban tersebut. Nahas, baru bekerja tiga Minggu di perusahaan tersebut, ajal menjemputnya dengan sangat tragis.

“Kalau diancam oleh KKB kami udah sering, bahkan kalau mereka meminta kami untuk memberhentikan pekerjaan, kami langsung berhenti,” ungkapnya.

Daniel berharap banyak kepada aparat keamanan TNI dan Polri bisa menemukan keluarganya yang masih belum diketahui statusnya, apakah masih selamat atau seperti apa. “Harapan saya agar keluarga kami yang saat itu juga menjadi korban bisa ditemukan, baik dalam keadaan apapun,” harapnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : (fab/jpg/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Empat Korban Penembakan KKB Asal Sulawesi Ternyata Sekeluarga