JawaPos Radar | Iklan Jitu

Soal Tudingan PKI, Jokowi: Kalau Lihat Medsos Sedih Saya

11 November 2018, 14:36:23 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Soal Tudingan PKI, Jokowi: Kalau Lihat Medsos Sedih Saya
Presiden Joko Widodo (Siti Fatonah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali memastikan bahwa dirinya bukan bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Penjelasan tersebut diungkapkan Jokowi saat sambutan acara pemberian gelar Pinisepuh di Paguyuban Pasundan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11).

Walaupun isu lama yang kembali muncul jelang Pilpres 2019, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepada masyarakat untuk mengecek kebenaran tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya dan keluarga adalah seorang muslim biasa. Hal itu bisa ditanyakan ke DKM Masjid Solo tempat dirinya dibesarkan.

"Jangan sampai isu yang sudah lama masih ada, itu gara-gara misal pilihan presiden yang sering ada di media sosial, disampaikan kalau Jokowi PKI, masih ada sampai sekarang. Survei terakhir yang kami lakukan masih enam persen masyarakat Indonesia yang percaya bahwa saya PKI," kata Jokowi yang menggunakan pakaian adat Sunda di Paguyuban Pasundan, Bandung, Minggu (11/11).

Padahal, lanjut Jokowi, dirinya terlahir pada 1961 sedangkan PKI dibubarkan pada 1965. Maka menurutnya saat PKI dibubarkan umurnya baru 4 tahun.

"Enggak ada yang namanya PKI balita, enggak ada. Balik lagi nanti nembaknya ke orang tua saya. Gampang sekali jawaban saya, karena sekarang zaman terbuka. Bisa tanya ke masjid di dekat rumah saya, orang tua, nenek kakek saya, NU, Muhammadiyah, dan lainnya ada di Solo," jelasnya.

"Saya sampaikan, saya muslim, ibu, bapak, kakek, nenek saya muslim. Kalau lihat di medsos sedih saya, saya diam dan sabar tapi lama-lama saya perlu jawab dan akhirnya saya jawab," ujarnya.

Jokowi mencontohkan adanya fitnah kepada dirinya, yakni terkait dokumentasi Ketua PKI DN Aidit yang sedang berpidato dan di dekatnya ada sosok yang mirip dengan Jokowi. Hal itu langsung dijelaskan, tak hanya di Bandung, Jabar melainkan di seluruh daerah di Indonesia, Jokowi mengklarifikasi hal itu.

"Contoh itu DN Aidit pidato 1955, kok didekatnya ada saya? Saya lihat-lihat, lho kok ya mirip saya. Astagfirullah. Ini (saat) pidato lahir saja saya belum. Kalau fitnah seperti itu tidak saya jawab dipikir nanti jadi sebuah kebenaran," tuturnya.

Dalam menyikapi kabar tersebut, sebagai kepala negara Jokowi mengajak masyarakat Indonesia untuk hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran, dari pesimisme ke optimisme,
konsumtif ke produktif.

"Karena inilah yang diperlukan bangsa Indonesia, jangan sampai ada di media sosial seperti itu lagi. Karena tidak ada gunanya," lanjutnya.

Bahkan, selama enam bulan menjelaskan hal itu, survei menyatakan ada enam persen masyarakat masih percaya. Jika dijumlahkan Enam persen ada sekitar 9 juta orang yang masih percaya Jokowi PKI di seluruh Indonesia.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up