alexametrics

Melirik Geliat Barongsai, Merawat Budaya dengan Olahraga

11 November 2018, 16:16:00 WIB

JawaPos.com – Kejuaraan nasional (Kejurnas) Barongsai Indonesia yang digelar di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak 9 November 2018 bakal berakhir hari ini, Minggu (11/11). Sedikitnya, perhelatan tingkat nasional ini diikuti sebanyak 13 Pengurus Provinsi (Pengprov) FOBI.

Masing-masing, Aceh, Sumatera Utara, Sumbar, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Jogjakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Riau.

Sekjen PB FOBI Xaverius menyebutkan, geliat olahraga barongsai di Indonesia kian berkembang. Bahkan, sudah terbentuk Pengprov-nya di 22 Provinsi. Serta, sudah telah masuk juga dalam kategori eksebisi saat gelaran PON 2016 lalu. “Barongsai dilirik dan berkembang hingga saat ini atas dukungan semua pihak. Terutama pemerintah daerah dan pusat,” katanya, Minggu (11/11).

Kejurnas Barongsai
Sejak 2013 lalu, barongsai sudah masuk ke dalam satu cabor di bawah Komite Olahraga Nasional (KONI). (Istimewa)

Xaverius mengatakan, barongsai di Indonesia telah berdiri lama. Namun sempat mengalami kevakuman selama 32 tahun. “Kini tengah berjuang bagaimana barongsai masuk PON 2020 di Papua nanti,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumbar turut mengaku bangga dan mengapresiasi Kejurnas barongsai yang berpusat di gedung Himpunan Bersatu Teguh (HBT), Pondok, Kota Padang. “Saya yakin, kejuaraan barongsai akan melahirkan prestasi tersendiri di kancah internasional. Makanya perlu kita dukung,” kata Sekda Sumbar Alwis.

Sejak 2013 lalu, barongsai sudah masuk ke dalam satu cabor di bawah Komite Olahraga Nasional (KONI). Alwis menilai, barongsai nantinya bakal menjadi satu cabor unik dengan tingkat kesulitan tinggi yang bisa menyita mata banyak penikmat.

 “Apalagi, barongsai juga bagian dari kesenian dan budaya masyarakat Tionghoa. Artinya, sekaligus merawat budaya dengan olaharga. Dan ini mesti terus ditularkan ke generasi selanjutnya,” katanya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (rcc/JPC)

Melirik Geliat Barongsai, Merawat Budaya dengan Olahraga