JawaPos Radar

Dorong Kemajuan Pariwisata di Sumbar, Ini Saran Kemenpar

11/11/2017, 10:11 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Dorong Kemajuan Pariwisata di Sumbar, Ini Saran Kemenpar
Deputi Destinasi Kemenpar, Komang Mahawira memaparkan konsep yang perlu dimatangkan untuk memajukan destinasi wisata di Sumatera Barat, Kamis (9/11) sore. (Istimewa)
Share this

JawapPos.com - Sumatera Barat (Sumbar) dikenal dengan banyak potensi wisata. Hampir 19 kabupaten/kota di Sumbar memiliki destinasi yang pantas "dijual" ke wisatawan Mancanegara.

Meski telah mulai menggeliat, potensi sektor pariwisata di Sumbar ternyata belum berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus belum memberikan kontribusi signifikan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) masing-masing daerah.

"Perbedaan persepsi kepala daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata termasuk terkendala geliat sektor wisata. Komitmen satu pandangan dan satu tujuan ini yang mesti kita sepakati bersama," kata Wakik Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dalam seminar di Universitas Negeri Padang (UNP), kemarin.

Selain diikuti ratusan mahasiswa, seminar basional bertajuk "Pengembangan Usaha Pariwisata Berbasis Teknologi Untuk Meningkatkan Ekonomi Basional" itu, juga menghadirkan Deputi Destinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Komang Mahawira.

Rasa saling iri antar-daerah dalam mengembangkan destinasi wisata juga menjadi penghambat majunya pariwisata Sumbar. Buktinya, objek wisata di seluruh Sumbar belum mampu mendorong capaian 2 juta pengunjung dari target wisatawan Mancanegara dari Kemenpar hingga tahun 2019 mendatang.

"Jika masing-masing daerah terus memelihara persaingan, yang rugi Sumbar sendiri. Harusnya, kita satu persepsi dan tidak mengedepankan ego demi majunya pariwisata," ujar Nasrul Abit.

Lain lagi pandangan Deputi Destinasi Kemenpar, Komang Mahawira. Dia menegaskan tentang empat pilar pembangunan pariwisata yang perlu diperhatikan. Pertama destinasi, disusul industri, lalu pemasaran dan kelembagaan atau memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil. Ke empat pilar ini harus sejalan dan tidak boleh timpang.

"Selain itu, strategi pengembangan destinasi, seperti atraksi, aksesibilitas atau kelancaran transportasi, penginapan, makanan harus disediakan untuk wisatawan juga perlu kajian. Baru soal amenitas atau kelengkapan sarana dan prasarana pendukung wisata," ujarnya.

Terpenting, lanjut Komang, Sumbar harus mampu memberikan rasa aman terhadap wisatawan itu sendiri. Sebab dari pengakuan beberapa wisatawan Mancanegara, persoalan yang paling mendasar yang sering dialami adalah tingkat keamanan, termasuk soal kebersihan dan sanitasi. "Kalau soal harga, Sumbar dan Indonesia pada umumnya cukup murah dan ini yang menarik wisatawan mancanegara," paparnya.

Menilik dari minat wisatawan sejauh ini, kultur budaya lebih jauh disenangi ketimbang keindahan alam. Setidaknya, 60 persen wisatawan yang datang ke Indonesia karena kecintaannya pada budaya yang dimiliki. Sedangkan 35 persen yang diminati adalah kontur alam dan selebihnya menyenangi destinasi wisata buatan.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up