JawaPos Radar

Tindak Pengoplos Gas 3 Kg, Pertamina Takut Dikejar Orang Sekampung

11/10/2017, 22:51 WIB | Editor: Ilham Safutra
gas 3 kg
Penjual mengumpulkan tabung gas 3 kg ke atas betor (Dalil Harahap/ Batam Pos)
Share this image

JawaPos.com - Salah satu desa di Kota Langkat disebut-sebut ada praktik pengoplosan gas 3 kg. Akan tetapi praktik terlarang itu tidak bisa ditindak karena petugas dari Pertamina takut dikejar oleh orang sebanyak satu kampung.

Sementara, saat ini terjadi kelangkaan gas 3 kg di Kota Medan dan beberapa daerah lainnya. Untuk masalah kelangkaan ini, Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis mengatakan, pihaknya pada pekan lalu sebenarnya sudah memanggil PT Pertamina guna mengklarifikasi soal kelangkaan gas elpiji 3 kg. Namun sayang perusahaan plat merah itu tidak memenuhi undangan pihaknya sampai hari ini.

"Kita akan menjadwal ulang untuk mengundang mereka," katanya seperti dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Group), Rabu (11/10).

Klarifikasi selanjutnya, sambung kata pria yang akrab disapa Bob itu, terkait informasi distribusi gas 3 kg dari Kota Medan ke Kabupaten Langkat. Informasi dimaksud pihaknya menerima dari dua manajemen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Meda.

"Nah ini yang belum kita dapat dari Pertamina. Menurut pengamatan kita gas 3 kg ini juga tidak langka. Hanya harga pasarannya yang tinggi. Di mana sampai Rp 20 ribu per tabung. Informasi penting lainnya soal distribusi dari Medan ke luar daerah seperti Langkat," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, berdasar pengakuan pihak SPBE kepada pihaknya bahwa ada satu desa atau kampung di Langkat yang kerja masyarakatnya mengoplos gas 3 kg ke gas elpiji 12 kg.

"Saya sampaikan juga kenapa itu tidak ditindak, mereka (pihak SPBE) bilang bisa dikejar orang se kampunglah kami pak. Mereka jual Rp120 ribu sampai Rp130 ribu untuk 12 kilo. Sementara di pasaran Rp 140 ribu sampai Rp 150 ribu harganya," katanya.

(iil/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up