alexametrics

Pelajar SMK Berburu di Hutan Durjo, Raib Dua Hari, Ditemukan Linglung

11 September 2019, 18:18:40 WIB

MUHAMMAD Nur Hafifi belum bisa banyak berbicara. Tatapan matanya kosong. Setiap pertanyaan yang disampaikan tim penyelamat tak dijawabnya dengan lancar. Itu terjadi karena siswa SMKN 2 Jember yang hilang sejak Minggu (8/9) itu ditemukan dalam kondisi linglung.

JUMAI, Jember

Remaja 16 tahun tersebut dilaporkan hilang oleh dua temannya, Hendra Riski Syahbana, 20, dan Muhammad Arief Wildaniar, 21, saat berburu ayam hutan di perkebunan kopi Afdeling Sumberkembang, Perkebunan Durjo, Kelurahan Karangpring, Kecamatan Sukorambi. Dia sempat hilang dan tak diketahui keberadaannya selama dua hari dua malam.

Korban baru ditemukan tim gabungan yang melakukan pencarian pada Selasa (10/9) sekitar pukul 08.30. Upaya pencarian itu dilakukan sejak Minggu malam oleh anggota Polsek Sukorambi, Basarnas, keluarga korban, dan keamanan kebun. Namun, karena kala itu suasana gelap dan medannya sulit, pencarian dihentikan pada pukul 24.00. Pencarian dilanjutkan keesokan hari, Senin pagi (9/9), hingga pukul 24.00.

Saat ditemukan, korban terlihat keluar dari bawah rerimbunan pohon kopi. Ketika itu, korban hanya mengenakan celana yang dibawa dari rumah. Sementara itu, kausnya sudah tak melekat lagi di tubuhnya. Saat bertemu dengan tim penyelamat, korban tak mengenali dua kerabatnya, Misar dan Slamin, yang kala itu memanggil namanya.

”Kondisinya belum stabil dan kalau diajak bicara nggaknyambung,” ujar Jefri, anggota Basarnas Jember.

”Kondisinya berangsur membaik, tapi masih harus istirahat karena dua hari dua malam berada di kebun kopi milik PT JA Wati,” ujar Kapolsek Sukorambi AKP Ribut Budiono.

Peristiwa hilangnya korban itu, imbuh dia, menjadi pelajaran bagi anak muda sekarang yang suka berburu di kebun atau hutan agar tak lagi berburu hewan liar. Apalagi hewan yang dilindungi.

Sementara itu, dua motor milik korban dan temannya serta tiga senapan angin yang dipakai berburu hilang. Polisi masih terus menyelidiki hilangnya kendaraan dan alat berburu tersebut. ”Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kepada orang lain,” harap Kapolsek.

Hendra Riski Syahbana, salah seorang teman korban, menceritakan bahwa sebelum berangkat berburu, korban bermalam di rumahnya. Baru keesokan hari, Minggu pagi, korban mengajaknya berburu ayam hutan. Pada hari yang sama, Arief Wildaniar datang. Mereka bertiga selanjutnya menyusun rencana untuk berburu di perkebunan. ”Kami bertiga mengendarai dua motor. Korban naik Yamaha Jupiter dan saya naik Honda CB,” ujarnya.

Setibanya di lokasi perkebunan, korban pamit untuk buang air kecil di sekitar pohon besar di kebun. Namun, tak lama kemudian, korban datang tanpa membawa senapan angin yang dibawa. Kala itu, Hendra melihat ada yang aneh dari kawannya tersebut. Sebab, korban berbicara sendiri. ”Katanya ada yang ngajak ngobrol di depannya. Tapi, setelah saya cari mana yang diajak ngobrol, orangnya tidak ada,” katanya.

Melihat kejanggalan tersebut, Hendra berinisiatif mengajak pulang temannya itu. Apalagi waktu sudah beranjak sore. Namun, korban justru pamit berangkat dulu lalu hilang.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jum/rus/c12/end



Close Ads