alexametrics

Korban Selamat Kecelakaan Maut Nganjuk Buron Kasus Narkoba

11 September 2019, 15:46:14 WIB

JawaPos.com –  Tohir Rohjana, 22, berhasil selamat dari kecelakaan maut yang menimpanya Senin (9/9). Tetapi, pemuda asal Desa Subokastowo, Tambakbayan, Ponorogo, itu tak bisa selamat dari jeruji besi. Sebab, Senin sore dia langsung dibawa ke Polres Ponorogo terkait kasus peredaran dobel L yang menjeratnya.

Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Hegy Renanta yang dikonfirmasi koran ini menjelaskan, Tohir langsung dibawa anggota Satreskoba Polres Ponorogo setelah dimintai keterangan petugas satlantas. ”Langsung ditangani Polres Ponorogo,” ujarnya.

Perwira yang sebelumnya bertugas di Polda Jatim tersebut mengapresiasi kekompakan semua stakeholder untuk menguak misteri kecelakaan maut di jalur nasional Surabaya–Solo Senin lalu. Dari hasil koordinasi dengan jajaran di Bumi Reog itu pula, identitas para korban bisa diketahui.

Jika sebelumnya hanya Panji Wisnu, 21, sopir mobil Innova asal Kelurahan Cokromenggalan, Ponorogo, dan identitas Tohir yang diketahui, dua korban tewas lainnya juga bisa dipastikan. Yaitu, Amalia Hesti Nugraheni (Lia), 17, asal Desa Tumpakpelem, Sawoo, Ponorogo. Serta, Rizki Viko Abdilah, 22, warga Desa Bangunrejo, Sukorejo, Ponorogo. ”Semua identitas sudah diketahui,” lanjut Hegy tentang penumpang mobil bernopol AE 567 SC tersebut.

Secara terpisah, Kasatreskoba Polres Ponorogo Iptu Eko Murbiyanto yang dikonfirmasi tentang penanganan kasus Tohir mengatakan, pihaknya langsung datang ke Kota Angin setelah mendapatkan informasi kecelakaan hebat Senin lalu. Mereka mengamankan Tohir yang merupakan residivis kasus narkoba.

Lebih jauh, Eko menjelaskan, selama seminggu terakhir, anggotanya terus mengintai Tohir. Sebab, dia merupakan buron atas kasus kepemilikan pil LL. ”Begitu ada informasi tersangka terlibat lakalantas di Nganjuk, langsung diamankan di sana,” terangnya.

Ditanya peran Tohir, Eko memastikan dia merupakan pengedar. Dalam penggeledahan di rumah kosnya pada Senin malam, polisi mendapati 150 dobel L dan 30 ponsel.

Dari penyidikan Satreskoba Polres Ponorogo, juga diketahui bahwa para korban kecelakaan dipastikan mengonsumsi miras dan dobel L sebelum melakukan perjalanan. ”Semua dalam pengaruh alkohol. Tohir juga terbukti positif menggunakan dobel L,” tegas Eko.

Untuk diketahui, keterlibatan Tohir dalam kasus dobel L bukan kali pertama. Dia baru menghirup udara bebas pada 17 Agustus lalu. Sebelumnya, dia dipenjara 9 bulan atas kasus peredaran obat keras tersebut.

Belum sampai satu bulan bebas, Tohir kembali dijerat dengan pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan. ”Ancaman hukumannya sepuluh tahun penjara,” pungkas Eko.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : tar/naz/ut/c25/end



Close Ads