JawaPos Radar

Tertabrak Kapal Tug Boat, 3 Nelayan Hilang di Perairan Sumenep

Pencarian Masih Dilakukan

11/09/2018, 21:29 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pencarian Kapal
ILUSTRASI: Tiga nelayan asal Desa Bancamara, Pulau Giliyang, Dungkek, Sumenep bernama Dahyu, 40, Enceng, 65, dan Musahban, 55, hilang di perairan Sumenep. (Radar Sampit/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Tiga nelayan asal Desa Bancamara, Pulau Giliyang, Dungkek,  Sumenep bernama Dahyu, 40, Enceng, 65, dan Musahban, 55, hilang di perairan Sumenep. Mereka hilang usai ditabrak kapal tug boat pengangkut batu bara tanpa muatan sejak seminggu lalu (3/9) sekitar pukul 24.00 WIB. 

Selain Dahyu, Enceng, dan Musahban, ada satu nelayan yang juga berada pada perahu yang sama saat tabrakan. Korban bernama Mis, 37, warga Sumenep. Beruntung, Mis berhasil selamat setelah bergelantungan dan akhirnya ditolong oleh nahkoda kapal yang menabraknya. 

Kasi Operasi Basarnas Surabaya Al Amrad mengatakan, pihaknya masih mengupayakan pencarian ketiga korban. Sejauh ini, pihaknya sudah memetakan jalur pencarian dengan menyebar informasi ke sejumlah kapal. 

"Saat ini kami masih berkoordinasi dengan pihak Syahbandar, Dit Pol Air, dan Pos TNI AL terkait identitas kapal dam nahkodanya. Karena, hanya kapal tug boat itu yang tahu koordinatnya," kata Amrad kepada JawaPos.com, Selasa (11/9). 

Jalur pencarian akan terkonsentrasi di sekitar Pulau Sapidi dan Payangan (sisi timur Pulau Madura). Amrad mengatakan, dari informasi yang didapat dari Mis, pihaknya menduga bahwa ketiga korban hilang di sekitar kedua pulau tersebut.

Namun, Amrad mengaku belum menghasilkan apapun. Sebab, informasi yang diberikan korban selamat tidak terlalu banyak. Termasuk siapa nahkoda dan identitas kapal yang menolongnya. 

"Apalagi sudah 8 hari lalu, korban baru melapor. Sedangkan informasi mengenai tug boat-nya, kami hanya tahu bahwa kapal itu sempat bersandar di Balikpapan. Berangkatnya dari mana, kami nggak tahu," kata Amrad. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pihaknya juga belum mendapat informasi terkait isiden kapal tug boat tersebut. Informasi yang didapat, Mis sempat ditolong dan diberi uang Rp 1 juta oleh nahkoda kapal.  

"Nahkodanya sempat diantar ke bandara Balikpapan dan terbang ke Surabaya. Lalu, Mis kembali ke Sumenep dan seminggu kemudian baru melapor ke Polsek Duncek," kata Barung. 

Informasi yang didapatkannya, musibah bermula saat keempat nelayan tersebut mulai melaut ke Pulau Kangean pukul 08.00 WIB. Mereka, sampai di Payangan pukul 15.00 WIB. Keempat korban tabrakan itu pun mulai mencari ikan hingga ke sisi utara Pulau Sapudi. Saat mencari ikan hingga dini hari, sebuah kapal tug boat menabrak perahu mereka. 

Mereka sempat bergelantungan pada seutas tali kapal tug boat-nya. Sayang, hanya Mis yang kuat menggenggam dan selamat hingga ke Kalimantan. Sedangkan ketiga rekannya, terhempas dan hilang. 

"Mungkin karena ombak, Dahyu, Enceng, dan Musahban tak kuat menahan genggamannya dan terhempas. Hanya Mis yang selamat hingga ke Kalimantan," katanya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up