JawaPos Radar

Terblokade, Pak Eko Harus Naik Genting untuk Masuk ke Rumahnya

11/09/2018, 17:05 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Terblokade, Pak Eko Harus Naik Genting untuk Masuk ke Rumahnya
Kondisi rumah yang terblokade tetangga di permukiman RT 05 RW 06 Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Jabar. Dok pemilik rumah (Ist for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Warga Ujungberung, Bandung Eko Purnomo, 37, yang rumahnya terblokade tetangganya sendiri, harus susah payah untuk sekedar menengok rumahnya itu. Naik genting dan izin ke tetangga merupakan hal yang sudah biasa dia lakukan selama ini.

Rumah yang ditempati di RT 05 RW 06 Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung merupakan rumah peninggalan orang tuanya. Namun kini harus terusir lantaran tidak ada kases jalan keluar masuk ke rumahnya itu.

"Saya setiap mau lihat rumah atau masuk harus naik genting dulu. Jadi saya izin ke tetangga dulu," kata Eko Purnomo kepada JawaPos.com, Bandung, Selasa (11/9).

Selama ditinggal 2016 lalu, banyak cerita dan perjuangan untuk mencari solusi terhadap rumahnya itu. Bahkan, kata dia sempat dikejar Paspampres karena melempar secarik kertas curhatannya kepada Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung ke Kota Bandung.

"Saya melemparkan surat yang isinya perihal rumah dan disangka melempar bom dan dikejar Paspampres," ungkapnya.

Namun selama tiga tahun berjuang untuk mendapatkan solusi akan akses jalan tersebut, belum juga membuahkan hasil. Bahkan pihak pemerintah setempat atau Pemerintah Kota Bandung belum memberikan solusi untuknya.

"Sudah berjuang, tapi hasilnya nihil. Pihak pemerintah pun belum memberi solusi hingga akhirnya rumah itu ditinggalkan hingga sekarang," ujarnya.

Namun, rumah itu pun sudah ditawarkan atau dijual dengan harga Rp 150 juta lewat akun media sosial Facebook. Namun belum ada tawaran karena minus akses jalan.

Tapi, Eko Purnomo sudah bertekad untuk menjual rumahnya itu. Walaupun nanti ada solusi berupa akses jalan untuk keluar masuk dari rumah. "Tetap saya jual, kalau pun (nanti) ada solusi berupa jalan dari Pemkot Bandung," pungkasnya.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up