Salah Potong Kemaluan Bocah, Berikut Alasan Mantri Khitan

11/09/2018, 15:44 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
ILUSTRASI: Kasus dugaan malapraktik mantri khitan berinisial BR masih berproses di jajaran Kepolisian Resort Pekalongan. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Proses penyidikan kasus terpotongnya kelamin seorang bocah asal Kabupaten Pekalongan IM, 9, masih berproses di jajaran kepolisian. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari mantri sunat yang kini sudah ditetapkan tersangka BR, 68, perisitiwa ini terjadi karena murni kelalaiannya.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto mengatakan, pemeriksaan terhadap tersangka untuk saat ini masih berlangsung. Menurut keterangan sementara, pelaku tak sengaja memotong bagian kepala kelamin pasiennya saat melangsungkan proses khitan. 

"Dikiranya sudah benar pada saat mau melakukan pemotongan, tidak hati-hati," ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (11/9). 

Ditanya apakah kelalaian tersebut dilandasi faktor lain, lantaran seperti diketahui, umur tersangka sendiri sudah tidak muda lagi atau hendak menginjakkan kepala tujuh, Agung pun membantah. "Karena lalai saja mas," sambungnya.

Atas adanya unsur tersebut, Agung memastikan bahwa tersangka tetap bakal dijerat dengan pasal 360 KUHP untuk kelalaian yang mengakibatkan luka atau cacatnya seseorang yang sanksinya berupa penjara, kurungan atau denda. "Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara," imbuhnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, IM, bocah kelas 3 sekolah dasar asal Desa Logandeng, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan, mengalami peristiwa tragis akhir Agustus 2018 lalu. Bagian kepala kemaluannya terpotong saat dikhitan oleh seorang mantri.

Mantri khitan yang diketahui berinisial BR, warga Desa Kalimojo, Kecamatan Doro, Pekalongan itu, diketahui menggunakan pisau lasernya kala melangsungkan prosesi sunat terhadap IM. Atas kejadian ini, orangtua korban pun melaporan tindakan BR ke kepolisian.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi