JawaPos Radar

Polisi Ciduk Pelaku Pelecehan Seksual Setelah Videonya Viral

11/09/2018, 08:12 WIB | Editor: Budi Warsito
Polisi Ciduk Pelaku Pelecehan Seksual Setelah Videonya Viral
Kapolsek Tegalsari, Kompol David Triyo Prasojo dan Kanitreskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin menginterogasi DAW (pakai topi) atas perbuatan cabulnya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Setelah memburu tersangka selama tiga hari, Polsek Tegalsari akhirnya berhasil meringkus pelaku pelecehan seksual yang videonya sempat viral. Pelaku, berinisial DAW alias Hulk, 24, warga Keputran, Tegalsari. Pelaku diciduk Polisi di Lapangan Bongkaran, Keputran pukul 17.00 WIBl Senin (10/9).

Kanitreskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin mengatakan, saat ini pihaknya masih menahan DAW hingga 1 x 24 jam. Selain itu, pihaknya juga memanggil bantuan dari Dinas Kesehatan Surabaya untuk memeriksa kondisi kesehatan pelaku.

"Karena, hasil interogasi kami, pelaku juga kerap masturbasi dan memuntahkan spermanya ke korban. Nah, takutnya spermanya mengandung penyakit," kata Abidin di Mapolsek Tegalsari, Senin (10/9).

Oleh sebab itu, selama menahan DAW, Abidin berharap ada korban yang melapor ke Polsek Tegalsari. Pelaku akan dipidanakan jika ada korban yang melapor.

"Karena pelaku ini kerap mengeluarkan kemaluan kepada korban. Jadi kalau ada yang melapor, akan kami jerat dengan Undang Undang Pornografi," terangnya

Namun, jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada korban yang melapor, maka pelaku tidak dapat terjerat pidana. Abidin mengatakan, pihaknya terpaksa menyerahkan pelaku ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos).

Abidin menceritakan, penangkapan itu berawal dari video yang viral di media sosial sejak dua minggu lalu. Video tersebut pun akhirnya mendapat perhatian dari pihak kepolisian.

Polisi pun memburu DAW sejak tiga hari lalu dimulai pada Jumat (7/9). Katanya, pelaku kerap beraksi di sekitar Kebun Binatang Surabaya; perempatan Jalan Darmo; sekitar Jalan Polisi Istimewa; Jalan Kartini dan fly over di Jalan Pasar Kembang.

"Pelaku ini menyasar pengendara mobil yang berhenti di pinggir jalan. Biasanya, pelaku mencari perempuan yang lebih tua," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Heri Siswanto mengatakan, dari hasil tes kesehatan, hasilnya normal. Pelaku tidak mengidap penyakit apapun.

Hanya saja, Heri menduga ada yang tidak beres pada kondisi kejiwaan pelaku. Hal itu terlihat dari raut wajahnya, gelagatnya yang seperti orang nekad, dan tatapannya yang agak aneh.

"Dengan postur tubuh yang lumayan besar begitu, kalau khilaf, bisa bahaya itu. Jadi saya sarankan, panggil psikolog saja," kata Heri.

Menurut pengakuan DAW, dia selalu menggunakan modus memelas seperti pengemis. Dia mengemis uang untuk membeli susu kepada korbannya.
Setiap kali mengemis, dia bisa memperoleh Rp 90 ribu. Jika korbannya tidak memberi, dia tak segan mengeluarkan (memamerkan) kemaluannya.

"Saya minta susu. Mugo-mugo (semoga) dapet rejeki. Tiap hari beraksi sekali sehari dapat Rp 90 ribu. Tapi enggak buat beli susu. Hanya buat makan saja," aku DAW.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up