JawaPos Radar

Pengakuan Korban Selamat Dari Kebakaran yang Tewaskan Sekeluarga

11/09/2018, 19:10 WIB | Editor: Budi Warsito
Pengakuan Korban Selamat Dari Kebakaran yang Tewaskan Sekeluarga
Kondisi ruko yang terbakar di jalan Bulukunyi, Makassar, Senin (11/9). (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Satu keluarga tewas dalam kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah toko (Ruko) di Jalan Bulukunyi, Kelurahan Maricayya Baru, Kota Makassar, Senin (11/9) pagi tadi. Satu orang korban berhasil selamat dari peristiwa tersebut.

Korban selamat diketahui bernama Aisyah,36. Saat bertemu dengan JawaPos.com, ia mengungkapkan bagaimana caranya ia bisa selamat dari kobaran api.

Kobaran api katanya, pertama kali terlihat, berasal dari ruko kakak iparnya, Abdul Rahim, 43. "Yang jelas ini yang meledak-meledak pertama itu kabel dari atas, kentara sekali," terang Aisyah saat memberikan keterangan muasal kebakaran yang ia saksikan, Selasa (11/9).

Pengakuan Korban Selamat Dari Kebakaran yang Tewaskan Sekeluarga
Kondisi ruko yang terbakar di jalan Bulukunyi, Makassar, Senin (11/9). (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)

Beberapa menit berselang, api begitu cepat menjalar hingga membesar. Kobarannya seketika melalap seisi rumah tiga lantai itu. Api kemudian menjalar ke ruko miliknya. Tiga anggota keluarga yakni Istri Abdul Rahim, Rosmiati, 40, serta dua orang anaknya yakni Radianti dan Rafika Nur Safitri, 11, tewas terpanggang di dalam ruko.

Sementara anak bungsu Rosmiati, Raka, 4, selamat karena dilempar dari lantai dua oleh suami korban, Abdul Rahim. Melihat anaknya jatuh, Abdul Rahim berinisiatif untuk melompat dari lantai dua rumahnya. Alhasil ia selamat, namun mengalami patah kaki.

"Sebenarnya saya juga mau keluar, tapi karena api sudah ada di depan cepat sekali sampai masuk, langsung saya naik ke lantai 3," ucapnya.

Saat kejadian, Aisyah berada di dalam rukonya bersama dengan keluarga beserta karyawannya. Dia berusaha menyelamatkan anaknya Zahra dan Gazali saat ketika api mulai membesar. "Waktu api sudah besar saya naik ke lantai tiga, di sana saya buka jendela dan berpikir bagaimanana anak-anak bisa keluar tidak terlalu lama menghirup asap dari dalam," ungkapnya.

Di lantai tiga ruko miliknya, lanjut Aisyah, dia bersama bersama anak dan karyawannya bertahan selama 15 menit sembari menunggu para pemadam kebakaran berusaha menjinakkan api. Mereka pun berhasil selamat. Dalam kebakaran tersebut, 11 unit mobil kebakaran dikerahkan untuk proses pemadaman.

Sementara itu, pihak kopilisian saat ini tengah melakukan proses penyelidikan guna mendalami peristiwa kebakaran yang menewaskan satu keluarga itu.

Kapolsek Makassar, Kompol Usman mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab pasti kebakaran maut tersebut. Meski begitu, dugaan sementara penyebabnya akibat arus pendek listrik.

"Kita sementara masih lidik belum bisa dipastikan apa penyebabnya. Tapi dugaannya karena ada arus pendek listrik," terang Usman saat memberikan keterangan di Makassar.

Sebelumnya, kebakaran melanda dua unit Ruko di Jalan Bulukunyi, Kelurahan Maricayya Baru, Kota Makassar. Peristiwa maut itu terjadi dikala para penghuni ruko tersebut tengah tertidur lelap, sekitar pukul 04.00 Wita.

Mereka yang tewas diduga terjebak di dalam rumah disebabkan oleh sulitnya jalan keluar dari rumah. Ada pagar berlapis yang disebut mempersulit para korban menyelamatkan diri.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up