JawaPos Radar

Pegawai Bank BUMN Tewas Mengenaskan, Polisi Temukan Sebilah Pisau

11/09/2018, 21:20 WIB | Editor: Imam Solehudin
Elly Nurhayati
Facebook Elly Nurhayati. Polisi belulm menyimpulkan penyebab kematian Elly. Dalam hasil autopsi awal, terdapat sejumlah luka tusukan. (RMOl Jabar (Jawa Pos Grup))
Share this image

JawaPos.com - Polisi masih mendalami penyebab kematian Ella Nurhayati, 42. Elly, pegawai di salah satu Bank BUMN, ditemukan tewas dengan 23 luka tusukan di rumahnya, Selasa (11/9) siang. Lokasinya di Kampung Pangragajian RT 03 RW 09 Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

"Kami belum bisa menyimpulkan korban pembunuhan, kami masih kumpulkan bukti dan keterangan saksi," ungkap Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra usai melakukan olah TKP di Lembang, Selasa (11/9) sore sebagaimana dilansir RMOl Jabar (Jawa Pos Group).

Dari hasil identifikasi, terang dia, ditemukan luka terbuka di sekujur tubuh korban. Luka itu diakibatkan tusukan benda tajam. "Ditemukan satu bilah pisau di sekitar tubuh korban, masih di dalam rumah," katanya.

Hasil keterangan lima saksi, pada saat kejadian korban hanya berdua dengan anaknya yang berusia 16 tahun. Si anak tersebut diketahui seorang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).

"Keterangan saksi yang pertama kali masuk rumah, keadaan pagar masih digembok," ujar dia.

Niko menambahkan, dari hasil olah TKP diketahui tidak ada barang milik korban yang hilang. Kondisi rumah juga masih utuh tidak ada ciri dibobol.

Atas persetujuan keluarga, jasad korban diotopsi untuk mengetahui penyebab utama kematian korban. "Kami masih dalami termasuk melakukan otopsi, dan mengumpulkan keterangan saksi," tandasnya.

Saksi yang kali pertama melihat korban, Deni Irawan, 36, mengaku, kondisi pagar masih digembok saat akan masuk dalam rumah. Anaknya yang terus berteriak bahkan yang membantunya membawa kunci gembok.

"Saya bilang bawa kunci ke ibu, anak itu pun bergegas membawa kunci sambil terus berteriak Gogog," katanya.

Pintu pagar pun terbuka, Deni segera memeriksa bagian belakang rumah karena dikira ada anjing liar masuk ke dalam rumah. Saat coba dibuka pintu belakang masih dalam keadaan terkunci.

"Saya bilang, mana nggak ada anjing. Terus anak itu bilang mama gogog, mama gogog," tuturnya.

Ia pun kemudian memutar arah menuju pintu depan, kaget bukan kepalang Deni melihat korban terkapar bersimbah darah di ruang tamu.

"Pas dibuka saya kaget banyak darah dan korban sudah terkapar," ucapnya.

Penelusuran RMOl Jabar melalui laman Facebook milik korban, Ella yang telah lebih dari 20 tahun menjanda, memajang kebersamaan dengan anaknya di foto sampul.

Dalam kolom komentar, ada yang berkomentar bahwa anaknya kini sudah dewasa. Dengan balasan berbahasa Sunda, Ella menyebut bahwa anaknya telah menjadi sobat.

(mam/jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up