JawaPos Radar

Dua Anak di Samarinda Positif Rubela

11/09/2018, 05:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Dua Anak di Samarinda Positif Rubela
ILUSTRASI. Siswa SDI Permata, Kota Mojokerto, saat mengikuti program imunisasi MR. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)
Share this

JawaPos.com – Jumlah pasien campak rubela di Samarinda dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan. Pada 2016, ditemukan delapan anak positif rubela. Setahun kemudian, meningkat menjadi 16 anak. Sementara hingga Juli 2018, penderita rubela tercatat ada dua pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda Rustam menuturkan, tren peningkatan anak-anak penderita penyakit menular yang disebabkan virus itu harus menjadi perhatian seluruh pihak. Sehingga pemberian vaksin measles rubella (MR) yang sempat tertunda harus dilanjutkan.

Adapun jumlah anak-anak yang harus divaksin MR di Samarinda pada tahun ini ditargetkan sejumlah 225 ribu. Mereka berasal dari SD, SMP, SMA kelas satu, dan balita.

"Saya harap, masyarakat berpartisipasi. Ini program nasional," jelasnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Selasa (11/9).

Dia menuturkan, DKK Samarinda telah menginstruksikan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Samarinda menjalankan kegiatan vaksin MR di sekolah-sekolah. Sebelumnya, vaksinasi di sekolah ditargetkan rampung Agustus.

Namun lantaran adanya penolakan, maka vaksinasi baru bisa dilanjutkan September. Rustam menegaskan, program tersebut jalan terus meskipun masih ada penolakan dari beberapa orangtua siswa.

"Sekarang menolak. Saya khawatir ketika kejadian baru mencari vaksin. Ini gratis, kalau pribadi biayanya sampai Rp 400 ribu," katanya.

Dia memastikan, seluruh sekolah yang terdaftar akan menjalani program imunisasi. Khususnya usia 15 tahun ke bawah.

Sementara itu, Kasi Surveillance dan Imunitas DKK Samarinda Osa Rafsorya mengatakan, program imunisasi di Kota Tepian baru berjalan 35 persen atau menyasar 80 ribu anak-anak.

"Kami berharap rampung bulan ini (September), sesuai agenda. Bergantung kondisi di lapangan, kalau yang diimunisasi jauh dari target, bisa jadi diperpanjang," kata dia.

Akan tetapi, Osa tidak mengetahui jumlah sekolah yang sudah menjalankan program tersebut. Dia melanjutkan, DKK Samarinda sudah menyiapkan testimoni dari pasien rubela agar menggugah masyarakat. Ini sekaligus meredakan masih adanya gelombang penolakan dari beberapa orangtua siswa.

Meski sudah memiliki dua pasien positif rubela sepanjang 2018 ini, pihaknya tidak ingin buru-buru menjadikan hal ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Sebab, DKK Samarinda masih menunggu evaluasi program vaksinasi.

"Kalau jumlah yang divaksin rendah, kami nyatakan status pra-KLB. Ada tahapan sampai ditentukan KLB. Intinya sudah dua yang positif (terjangkit rubella)," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Alur Cerita Berita

Dua Anak di Samarinda Positif Rubela 11/09/2018, 05:50 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up