JawaPos Radar

Dalami Dugaan Penghinaan UAS, Polda Riau Periksa Saksi Ahli

11/09/2018, 20:40 WIB | Editor: Budi Warsito
Dalami Dugaan Penghinaan UAS, Polda Riau Periksa Saksi Ahli
Ustad Abdul Somad (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penyelidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, akan melakukan pemeriksaan saksi ahli terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik Ustad Abdul Somad (UAS).

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto menjelaskan, pemeriksaan saksi ahli yang akan segera diagendakan oleh penyelidik, menyusul setelah diperiksanya korban yaitu UAS, pelaku Jony Boyok dan beberapa orang saksi.

"Langkah selanjutnya kita akan mengambil keterangan saksi ahli. Kemudian akan digelar perkara tersebut. Itu (siapa saksi ahli yang akan diperiksa) sedang dibahas oleh penyelidik," kata Sunarto, Selasa (11/9).

Pengusutan kasus ini, bermula ketika Jony Boyok mengunggah foto UAS yang telah diedit di bagian matanya dengan warna merah. Jony juga membuat tulisan, yang menyebut bahwa UAS telah berhasil menghancurkan kerukunan beragama.

Tak hanya itu, Jony juga memposting tulisan yang menghina UAS. Foto dan tulisan itu, diposting oleh akun Jony Boyok pada 2 September lalu. Lantas, postingan tersebut viral. Banyak yang menghujat akun Jony Boyok atas postingannya tersebut.

Tak lama setelah postingan itu, Jony dijemput oleh Front Pembela Islam (FPI). Ia dijemput oleh ormas Islam di rumahnya yang berlokasi di Jalan Kelapa Sawit Gang Dolok I, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (5/9) sore.

Jony kemudian dibawa ke markas FPI. Disana, Jony mengakui perbuatannya. Ia mengaku menyesal dan meminta maaf kepada UAS dan umat Islam atas kelakuannya itu. Tetapi, Jony tetap dibawa ke Polda Riau, Rabu petang. Karena perbuatannya tersebut telah menghina UAS.

Sehari setelah Jony diserahkan ke Polda, UAS melalui Tim Kuasa Hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, yang terdiri dari Zulkarnain Nurdin sebagai ketua tim, Wismar Hariyanto, Aspandiar dan Aziun Asyaari, menyampaikan surat pengaduan ke Polda Riau agar perkara itu diusut sesuai aturan hukum yang berlaku.

Setelah itu, UAS akhirnya diperiksa penyelidik di rumahnya yang berada di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Sabtu (8/9). "Memang kita periksanya di kediaman beliau, karena kita tahu kesibukan beliau sebagai tokoh masyarakat di bidang agama sangat tinggi intensitasnya. Jadi kesempatan yang ada itu hari Sabtu, kita datang ke kediaman beliau," jelas Sunarto.

Di hari yang sama pula, tiga orang saksi turut diperiksa polisi. Mereka adalah Nur Zein Delfizar, dan M Khalid.

Setelah itu, penyelidik memeriksa Jony. Ia juga diperiksa di kediamannya, Senin (10/9). Jony memang tak ditahan oleh polisi, karena ia dinilai kooperatif. "Ini semata-mata untuk kecepatan kita menangani kasus ini. Tadi sempat diajukan 20 pertanyaan kepada JB," tuturnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up