alexametrics

Gubernur Jabar Minta Pasokan 15 Juta Dosis Vaksin/Bulan

11 Agustus 2021, 10:04:13 WIB

”Biar mudah dalam kejernihan data, mau jenis vaksinnya apapun kalau boleh melewati provinsi sehingga kalau lapor balik ke Pak Menkes, data yang langsung bisa kami pertanggungjawabkan,” terang Ridwan Kamil.

Gubernur mendorong vaksinasi yang dilakukan TNI/Polri melalui program serbuan vaksin sekarang bisa 100 persen menggunakan data SMILE. ”Sebagian kegiatan TNI/Polri masih dalam proses pelaporan SMILE sehingga pencatatan vaksinasi di provinsi belum bisa dikatakan seratus persen akurat. Ada data yang sudah dirilis tapi ada juga yang belum terlaporkan. Untuk itu kami berharap semua dapat memanfaatkan SMILE dengan lebih baik,” tutur Ridwan Kamil.

Gubernur meminta kejelasan data terkait dengan masyarakat yang disuntik vaksin bukan di tempat asalnya. Sebagai contoh adalah ada warga non-Jabar, tetapi tinggal dan disuntik vaksin Covid-19 di Kota Bandung. ”Kemudian juga ada orang yang ber-KTP Jawa Barat, tapi domisili di provinsi lain. Pertanyaan saya itu dihitung sebagai vaksinnya daerah tersebut tapi sebenarnya warga Jawa Barat. Jangan sampai di lapangan terjadi misdata,” ujar Ridwan Kamil.

”Jawa Barat juga menyuntikkan warga KTP non Jawa Barat karena vaksin tidak lagi dibatasi KTP. Dari data BPS ada 3 jutaan orang non Jawa Barat yang domisilinya di Jawa Barat tapi vaksinnya di Jawa Barat,” papar Ridwan Kamil.

Selain itu, Ridwan Kamil meminta agar tenaga kesehatan di puskesmas tidak dipinjam untuk kegiatan sentra vaksinasi. Sebab, hal itu membuat kinerja tenaga kesehatan di puskesmas asalnya untuk menyuntikkan vaksin menurun.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads