JawaPos Radar | Iklan Jitu

Gagalkan Peredaran 17 Kg Sabu, Polisi Tembak Mati 2 Kurir Narkoba

11 Agustus 2018, 06:56:00 WIB | Editor: Mochamad Nur
Gagalkan Peredaran 17 Kg  Sabu, Polisi Tembak Mati 2 Kurir Narkoba
Ilustrasi penangkapan dan tindakan tegas dilakukan polisi untuk menekan peredaran narkoba (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Peredaran 17 kg sabu-sabu asal Medan tujuan Sumsel, khususnya Palembang dan sekitarnya berhasil digagalkan. Dua dari 5 anggota komplotan pengedar terpaksa ditembak mati karena melawan petugas.

Kedua anggota komplotan yang ditembak mati adalah Ginas,23, warga Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Sumsel dan Erdianto,38, warga Dusun Bukit Tua, Kecamatan Padang Tualang Kabuaten Langkat, Sumut.

Dari ekspose kasus oleh BNNP Sumsel di RS Bhayangkara Palembang, kemarin, diketahui ada dua tersangka yang ditembak mati. Keduanya, Erdianto,38, warga Dusun Bukit Tua, Kecamatan Padang Tualang Kabuaten Langkat, Sumatera Utara dan Ginas.

”Dari hasil penangkapan, kami amankan 17 kg sabu-sabu,” kata Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan seperti dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (11/8).

Menurutnya, kedua tersangka yang diduga bandar narkoba ini terpaksa ditindak tegas lantaran berusaha melawan dan melarikan diri. Sedang tiga lainnya berhasil dibekuk. Mereka, Siso,38, warga Dusun Telok Berahol Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang Kecamatan Langkat, Sumatera Utara dan Mino,48, warga Desa Rambai Jaya, Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Satu lagi, Hilario,21, warga yang sama dengan Ginas. Penggagalan peredaran 17 kg sabu ini diawali dengan penggerebekan di salah satu hotel pada kawasan Puncak Sekuning, Kamis (9/8) pukul 18.20 WIB.

Di sana, anggota BNNP Sumsel meringkus Erdianto bersama Siso dan Mino. Keduanya dari Medan, Minggu (5/8), naik mobil Avanza hitam. Siso yang mengendarai mobil milik Erdianto itu. Sabu 17 kg disimpan kawanan ini dalam jok tengah mobil.

Mereka tiba di Palembang, Selasa lalu. Kemudian menginap di hotel sembari menunggu kedatangan Ginas dan Hilario. Kamis siang, ketiganya check in pakai nama Erdianto di sebuah hotel di kawasan Puncak Sekuning.

Rupanya, pergerakan komplotan ini sudah diintai jajaran BNNP Sumsel. Sekitar pukul 18.20 WIB, petugas melakukan penggerebekan dan menangkap mereka. Dari dalam jok bagian tengah, ditemukan 17 paket teh yang isinya sabu-sabu. Total 17 kg.

Dalam pengambangan mencari Ginas dan Hilario, tersangka Erdianto berusaha kabur sehingga terpaksa diberi tindakan tegas hingga meregang nyawa. Petugas BNNP Sumsel berhasil meringkus Ginas dan Hilario. Namun, karena berusaha melawan, Ginas juga dilumpuhkan. Peluru petugas mengenai punggung hingga tembus ke dadanya.

Sedangkan Siso, Mino dan Hilario diamankan, Dari hasil penggeledahan, didapatkan narkoba sebanyak 17 kilogram sabu-sabu yang disimpan di dalam jok bagian tengah mobil Avanza.

Rencananya, sabu-sabu sebanyak itu akan diserahkan Erdianto kepada Ginas. Pergerakan narkoba serbuk putih itu diduga diatur seorang napi yang sedang menjalani hukuman di Lampung. "ER (Erdianto) ini memang bandar besarnya, sedangkan Gi (Ginas) penerima pasokan narkoba,” tutur Jhon.

(nas/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up