4 Terduga Teroris Rencanakan Bom Bunuh Diri

11/08/2018, 15:29 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani dalam ekspos tangkapan empat terduga teroris di dua kabupaten di Sulsel,Sabtu (11/8). (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Empat terduga teroris jaringan Santoso dan Daeng Koro ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Penangkapan dilakukan di dua kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka diduga sudah merencanakan aksi bom bunuh diri jelang HUT ke-73 RI.

"Mungkin targetnya tidak terlalu begitu jauh. Bisa jadi pada Agustus ini, mereka akan melakukan aksinya. Karena dekat perayaan kemerdekaan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani dalam ekspos tangkapan empat terduga teroris di Makassar, Sabtu (11/8).

Dugaan perencanaan bom bunuh diri dikuatkan dengan ditemukannya sejumlah barang bukti. Antara lain bahan kimia cairan peledak yang diperuntukan sebagai pembuatan TNT. Bahan tersebut ditanam pelaku di sebuah perkebunan di Dusun Tobenteng, Desa Liliriattang, Kecamatan Amali, Bone.

Cairan kurang lebih seberat 25 kilogram disimpan menggunakan jerigen. Kemudian dibungkus rapi dan ditimbun di dalam tanah. "Bahan itu mereka sudah siapkan untuk diledakkan. Satu kg saja sudah bisa dipakai untuk mengahancurkan rumah. Apalagi lebih dari satu kg. Tinggal dikasih detonator tinggal diledakkan. Jadi barang itu sudah siap sebenarnya," jelas Dicky.

Berkat kecekatan dan kesigapan aparat, barang bukti serta para terduga teroris berhasil diamankan. Keempatnya juga diketahui berperan sebagai pemasok bahan-bahan peledak dalam rencana aksi teror.

Hingga kini, tim Densus masih mendalami asal bahan-bahan peledak itu. "Mereka ini level-level kedua, di bawah struktur Santoso. Mereka intens sekali komunikasi sama Santoso. Jadi disamping berperan memasok, mereka juga kami duga terlibat dalam perencanaan," ucap Dicky.

Seperti diberitakan, penangkapan empat terduga teroris dilakukan Jumat (10/8) kemarin. Dua orang di antaranya dibekuk di Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulsel. Yakni, ID, 28, dan RU, 40.

Dua terduga teroris lainnya ditangkap di Desa Liliriattang, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulsel. Adalah MU alias YD, 37, dan BD, 28.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi