alexametrics

Lerai Bentrokan Nelayan, Oknum TNI Lepaskan Tembakan, Satu Tewas

11 Agustus 2017, 08:17:28 WIB

JawaPos.com – Dua orang oknum prajurit TNI yang bertugas di wilayah hukum Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih meringis kesakitan usai terkena bacokan dan mengalami luka tusukan di punggung dari para nelayan Distrik Pomako, Kabupaten Mimika, Papua.

Mereka menjadi sasaran amukan massa, karena massa itu tidak terima dilerai dalam bentrokan antara nelayan lokal dengan nelayan pendatang. Akibat diserang tombakan itu, Serda Y terpaksa melepaskan tembakan peringatan. Namun tembakan itu tidak diindahkan sehingga dia terpaksa melepaskan tembakan ke arah massa.

Akibat kejadian ini, Kodam XVII/Cenderawasih akan menerjunkan tim untuk melakukan investigasi. Hal tersebut terkait bentrok dua kelompok nelayan tradisional di Distrik Pomako, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (9/8).

Lerai Bentrokan Nelayan, Oknum TNI Lepaskan Tembakan, Satu Tewas
Ilustrasi (Gusti Ambri/Kaltim Post/JawaPos.com)

Insiden itu mengakibatkan dua warga terkena tembakan yang dilepaskan oknum anggota TNI berinisial Serda Y. Salah seorang korban, Theo Cakamen, 30, tewas akibat terkena tembakan di perut. Sedangkan Rudi, 31, menderita luka tembakan di lengan.

Berdasar data yang diperoleh dari Polres Mimika, insiden tersebut dipicu 80 nelayan pribumi yang merusak Kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Laut Pomako. Tepatnya sekitar pukul 14.00 WIT. Tempat tersebut merupakan lokasi para nelayan pendatang untuk bersembunyi dari ancaman nelayan lokal.

Perusakan tersebut diduga karena perselisihan terhadap wilayah operasi penangkapan ikan antara nelayan pribumi dan nelayan dari luar Pomako. Akibatnya, terjadi pemukulan terhadap tiga nelayan pribumi.

Saat keributan terjadi, Serda Y bersama rekannya berinisial Kopda A yang bertugas sebagai anggota intelijen Korem 174/Anim Ti Waninggap Merauke tengah berada di lokasi kejadian untuk melerai massa yang bertikai. Namun, massa dari kelompok nelayan pribumi malah menyerang keduanya dengan tombak dan kampak.

Akibat insiden itu, Serda Y dan Kopda A menderita luka tusuk di punggung dan luka bacok di kepala. Untuk menyelamatkan diri, Serda Y melepaskan tembakan peringatan. Namun, massa tetap menyerang sehingga Serda Y melepaskan tembakan kepada dua warga tersebut.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel Muhammad Aidi saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya akan menurunkan tim investigasi ke Pomako. Mereka akan dipimpin langsung oleh Komandan Korem 174 Brigadir Jenderal Asep Gunawan.

“Tim ini akan melihat prosedur Serda Y saat melepaskan tembakan ke arah warga. Intinya, yang bersangkutan saat itu tidak bermaksud menyerang warga, tetapi murni untuk menyelamatkan diri,” tegasnya.

Kodam XVII Cenderawasih akan memproses hukum anggotanya apabila terbukti bersalah dalam insiden penembakan dua warga tersebut.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (fia/tri/JPG/c21/diq)



Close Ads
Lerai Bentrokan Nelayan, Oknum TNI Lepaskan Tembakan, Satu Tewas