JawaPos Radar

Karhutla dan Banjir Mengintai, Sumbar Waspada Anomali Cuaca

11/07/2018, 15:22 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Karhutla dan Banjir Mengintai, Sumbar Waspada Anomali Cuaca
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dua pekan terakhir, sebagian wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) dilanda hujan dan angin kencang. Bahkan, di Nagari Langki, Kabupaten Sijunjung, pekan lalu dihantam banjir yang merusak puluhan rumah.

Begitu juga di Kota Padang, sejumlah pohon tumbang ke badan jalan. Terakhir, pohon tumbang di jalan Enggang Raya, Air Tawar Barat, Kacamatan Padang Utara, Kota Padang. Kejadian itu lantas merenggut nyawa dokter yang tengah mengendarai sepeda motor Selasa pagi (10/7).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menyatakan, Sumbar tengah dilanda anomali cuaca. Siklus iklim yang diprediksikan tidak sesuai dengan kenyataan.

"Harusnya, bulan ini hingga September diprediksi musim kemarau. Tapi, hujan ringan disertai angin tetap terjadi. Ini amomali cuaca yang sering dialami wilayah Sumbar," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, Rabu (11/7).

Melihat intensitas, lanjut Rumainur, cuaca hujan di sejumlah wilayah Sumbar tidak terlalu berpotensi banjir dan longsor. Sebaliknya, Sumbar tengah waspada kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Ya, memang cuaca masih dibayangi hujan ringan. Tapi, tidak tertutup kemungkinan terjadi karhutla," katanya.

Daerah yang dikhawatirkan berpotensi karhutla antara lain, Kabupaten Limapuluh Kota, Sijunjung, Pesisir Selatan dan Solok Selatan. Namun, sebetulnya, peluang kebakaran masih sangat minim untuk daerah Sumbar. Sebab, kebanyakan hutan di Sumbar berkategori hutan basah.

"Sejauh ini, belum ada laporan soal titik panas. Tapi, kami telah mensosialiasikan melalui BPBD kabupaten/kota, agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan disaat musim kemarau," katanya.

Selain sosialisasi ke masyarakat, BPBD Sumbar juga membagikan pompa apung pada 6 kabupaten/kota berpotensi mengalami kebakaran hutan. Dengan pompa apung yang bisa digendong dengan daya tembak lebih dari 15 meter itu, diharapkan dapat membantu pemadaman titik api di lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

"Tapi, karena anomali cuaca ini, kita juga tetap himbau masyarakat waspada banjir da longsor," tutupnya.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up