alexametrics

Tiket Pesawat Mahal , Bus Jadi Pilihan Pemudik Balik ke Ibu Kota

11 Juni 2019, 06:19:22 WIB

JawaPos.com – Pemudik asal Sumatera Barat (Sumbar) sangat merasakan dampak atas mahalnya tiket pesawat pada arus mudik Lebaran 2019. Harga tiket yang naik drastis membuat mereka harus beralih ke moda lain untuk bisa pulang kampung. Selain menggunakan kendaraan pribadi, ada juga yang memilih angkutan bus.

Pantauan Padang Ekspres (Jawa Pos Group), pada arus balik Senin (10/6) para perantau memilih kembali ke Ibu Kota dengan menumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Seperti yang terjadi di pul NPM, Jalan S. Parman, Kota Padang. Terlihat ratusan penumpang tengah menunggu bus yang akan membawa mereka ke tempat tujuan masing-masing. Beberapa karyawan bus pun sibuk memanggil nama calon penumpang serta memasukkan barang bawaan penumpang ke dalam bagasi bus.

Age Rovalen, 25, salah seorang penumpang mengaku sengaja balik ke Jakarta dengan menumpang bus. Alasannya, harga tiket pesawat tidak terjangkau. Belum lagi biaya bagasi. Sementara tiket bus masih terjangkau baginya.

“Harga tiket pesawat sekarang sekitar Rp 1,4 juta lebih. Tiketnya habis pula. Kalau naik bus lebih murah, tiketnya Rp 650 ribu dan barang bawaan gratis,” katanya.

Pengakuan serupa juga diungkapkan oleh Sisri Rahayu Putri, 24. Dia memang sengaja ketika mudik dan balik dengan menumpang bus, karena harga tiket pesawat sangat mahal.

“Biasanya tahun-tahun sebelumnya menggunakan pesawat, sekarang karena tiket pesawat mahal, tidak sanggup untuk membelinya lebih baik naik bus saja,” ungkapnya.

Dia mengaku selisih uang tiket antara pesawat terbang dan bus bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. “Memang lebih nyaman dan cepat sampai kalau naik pesawat, namun tiket bus hanya Rp 650 ribu. Jauh sekali kalau dibandingkan dengan harga tiket pesawat yang mencapai Rp 1-2 juta lebih,” terangnya.

Kondisi serupa juga terdapat di pul Bus ANS yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman Padang. Petugas loket bus ANS, Erni, 35 mengatakan, peningkatan harga tiket pesawat sangat berdampak pada jumlah penumpang arus balik. Kenaikannya sekitar 20-30 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya. Biasanya ada satu bus, sekarang sudah dua bus yang berangkat setiap hari.

Meski harga tiket mengalami kenaikan menjadi RP 700 ribu untuk tujuan Jakarta dan Rp 725 ribu (tujuan Bandung), tapi tetap saja dibeli penumpang. Jumlah bus yang berangkat pun lebih baik dari hari sebelumnya.

Editor : Ilham Safutra



Close Ads