JawaPos Radar

Lebaran, Juanda Catat Lonjakan Calon Penumpang Tertinggi

11/06/2018, 20:16 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bandara Juanda
Sejumlah calon penumpang melihat papan jadwal keberangkatan di bandara internasional Juanda (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Lonjakan penumpang jelang lebaran terjadi di semua moda transportasi publik. Bandara Internasional Juanda pun mencatat kenaikan jumlah penumpang tertinggi. 

Pantauan JawaPos.com, meski tidak seramai kemarin (10/6), kepadatan masih terlihat di pintu masuk penumpang pada kedatangan domestik. Mayoritas antrean para calon penumpang, memilih keberangkatan atau penerbangan siang dan sore. 

Legal and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Juanda Yuristo Ardhi Hanggoro mengatakan, lonjakan penumpang tercatat mencapai 69.036. Angka tersebut lebih tinggi dibanding H-5 tahun lalu yang hanya tercatat 61.075 atau tumbuh 13,03 persen. 

Bandara Juanda
Suasana bandara internasional Juanda dipenuhi penumpang. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Tingginya lonjakan tersebut sempat menyebabkan delay atau penundaan penerbangan jelang mudik Lebaran 2018 di Juanda. Yuristo mengkonfirmasi, tingkat pergerakan atau lalu lintas pesawat meningkat hingga 11 persen. 

Akibatnya, sebanyak 8 hingga 10 penerbangan mengalami delay. Penundaan pesawat, rata-rata memakan waktu 15 hingga 60 menit. Mayoritas penundaan, terjadi pada arus lalu lintas penerbangan dari dan ke Juanda-Balikpapan, Juanda-Jakarta, dan Juanda-Makassar. 

"Karena kepadatan lalu lintas pesawat, memang ada delay. Juanda sendiri, penerbangan yang delay, hanya memakan waktu sekitar setengah atau satu jam," kata Yuristo kepada wartawan di Juanda, Senin (11/6). 

Meski terjadi diwarnai penundaan, Yuristo menganggap delay tersebut masih dalam batas wajar. Mengingat, arus lalu lintas kedatangan dan keberangkatan pesawat saat peak season sudah pasti padat. 

"Tidak ada delay extreme (penundaan penerbangan hingga lebih dari 3 jam), pembatalan penerbangan, dan kegiatan operasional di Juanda pun berlangsung normal," kata Yuristo. 

Yuristo menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab penundaan penerbangan. Antara lain, keterlambatan yang terjadi pada penerbangan dari bandara asal. 

Sehingga, pesawat yang akan mendarat di Juanda harus menunggu arus lalu lintas keberangkatan pesawat lain. Kemudian, pihak maskapai juga tidak serta merta take off usai mendarat dan menurunkan penumpang. 

"Pesawat harus dibersihkan dan pengecekan atau pemeriksaan pesawat untuk memastikan keselamatan penerbangan," pungkasnya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up