alexametrics

Usai Letusan, Aktivitas Jogja Berangsur Normal

Warga Diimbau Gunakan Masker
11 Mei 2018, 16:40:48 WIB

JawaPos.com – Suasana Jogjakarta usai terjadinya letusan freatik Merapi pada Jumat (11/5) mulai berangsur normal. Hanya saja, masyarakat diminta mengenakan masker sewaktu beraktivitas di luar rumah lantaran masih adanya sisa-sisa debu abu vulkanik.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut di Kabupaten Sleman yang terdampak abu di antaranya di Turi, Tempel, Pakem, Ngemplak, dan Sleman. Kemudian di sebagian wilayah Kota Jogjakarta, Bantul, dan Kulon Progo.

Menurut Kepala Seksi Rujukan dan Kesehatan Khusus, Dinas Kesehatan DIY, Anung Trihadi, dampak dari abu itu dapat membahayakan bila terkena pada bagian tubuh yang rentan.

Bisa menyebabkan iritasi pada mata dan juga gangguan pernapasan bagi yang mempunyai penyakit alergi. “Kalau alergi bisa memunculkan batuk dan sesak napas. Lebih baik tidak keluar rumah, jika tidak ada kepentingan,” katanya.

Jika terpaksa harus keluar rumah, maka disarankan masyarakat untuk memakai pelindung. Seperti masker, atau juga pelindung mata. “Material letusan Merapi halus permukaannya,” katanya.

Dari pantauan di lapangan, baik di Kota Jogjakarta maupun Sleman masih ada beberapa warga yang memberikan secara sukarela masker kepada para pengendara di jalan. Aktivitas pun kembali normal seperti biasa.

Sementara, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Gunung Api (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida menambahkan, letusan freatik itu hanya sekali saja. Terjadi sekitar pukul 07.40 WIB.

“Pemantauan yang kami lakukan juga tidak ada embusan susulan lagi,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Usai Letusan, Aktivitas Jogja Berangsur Normal