alexametrics

Tinggalkan Dua Anak, Teroris Tewas Asal Sumbar Awalnya Teknisi Listrik

11 Mei 2018, 09:00:00 WIB

JawaPos.com – Kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) malam, tidak saja meninggalkan kisah pilu bagi anggota kepolisian yang menjadi korban aksi brutal tersebut. Namun, juga bagi keluarga narapidana terorisme (napiter) Abu Ibrahim alias Beny Syamsu alias Sutrisno yang tewas tertembak kala insiden tersebut.

Hingga kini belum jelas, ke mana jenazah Beny yang berada di ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur hendak dibawa. Sebab, masyarakat dan tokoh adat di tanah kelahirannya, Nagari Malai Limo Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) keberatan menerima pemakaman almarhum. Hal itu juga sudah disetujui pihak keluarga Beny.

Dari beberapa sumber JawaPos.com mengungkapkan, jika almarhum teroris yang ditangkap di Pekanbaru ini meninggalkan seorang istri dengan dua orang anak. Namun, pihak keluarga enggan menyebutkan nama istri dan anak teroris itu.

“Anak yang besar sudah masuk TK. Sedangkan yang kecil baru berusia sekitar dua bulan,” kata adik kandung ibu Beny Syamsu, Ermita, 50, saat ditemui di kediamannya, kawasan Nagari Malai Limo Suku Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (10/5).

Di lain hal, Beny juga lahir dari keluarga yang tidak sembarangan. Konon ayahnya, Syamsu Rela pernah menjabat Sekretaris Desa (Sekdes) Mangguang di Kota Pariaman. Anak pertama dari pasangan Syamsu Rela dan Nurbaiti itu juga memiliki sepupu kandung seorang anggota polisi.

Konon, opsi pemakamannya di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman adalah usulan dari pihak keluarga kakak dari ibunya. “Ya, ada sepupunya polisi,” kata Wali Nagari Malai Limo Suku Timur terpilih, Buyung Intan di Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.

Secara historis, memang tak banyak yang mengetahui bagaimana sosok sebenarnya napi kasus terorisme tersebut. Entah menutupi atau bagaimana, pihak keluarga pun mengaku, tidak tahu-menahu soal kasus yang menjebloskan Beny ke penjara. Semua keluarga yang berhasil dijumpai, sepakat mengaku, mengetahui itu (Beny) dari berita di televisi.

Beredar kabar jika Beny menetap di Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam atau tempat domisili istrinya. Namun, pihak keluarga di kampung kelahirannya menyebut, Beny menetap di Pekanbaru.

Awalnya, adik ibu kandungnya, Ermita tidak mau bicara apa-apa tentang sosok keponakannya itu. Bahkan katanya, sudah lama sekali lost contact dengan Beny yang terakhir pulang kampung usai menikah.

Setelah dipancing berulang kali, Ernita sedikit membongkar siapa Beny. Di matanya, Beny alias Trisno adalah sosok anak yang baik dan taat beribadah. Di Pekanbaru, Beny sendiri bekerja sebagai teknisi instalasi listrik. Namun, hanya itu yang diungkapkan Ermita.

“Saya tidak tahu lagi. Tidak pernah komunikasi. Dia meninggal juga tahu dari tv,” pungkasnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/rcc/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Tinggalkan Dua Anak, Teroris Tewas Asal Sumbar Awalnya Teknisi Listrik