alexametrics

Napiter Tewas Warga Sumbar, Ini Tanggapan Wagub Nasrul Abit

11 Mei 2018, 13:52:09 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) turut mengomentari kasus tewasnya napi teroris (napiter) kelahiran Padang Pariaman, Sumbar. Napiter benrama Abu Ibrahim alias Beny Syamsu alias Sutrisno itu tewas tertembak dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa malam (8/5).

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengaku prihatin atas kasus yang menjerat salah seorang putra asal Sumbar tersebut. “Bukan kewenangan saya sebetulnya untuk berkomentar. Tapi, harapan kami, ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Sumbar untuk tidak ikut-ikutan aliran, apalagi sampai masuk ISIS,” kata Nasrul di kantor Gubernur Sumbar, Jumat siang (11/5).

Ke depan, mantan Bupati Pesisir Selatan ini berharap, para generasi muda berhati-hati saat bergabung dalam sebuah organisasi. Dengan kata lain, mewaspadai aliran-aliran yang menjurus ke paham radikal. Apalagi, pemerintah tidak memberi ampun bagi oknum-oknum yang terlibat jaringan radikal seperti ISIS.

“Saya berharap, Sumbar tidak terpancing dan jangan sampai ikut-ikutan gerakan ini. Sebab, tidak saja merugikan diri, keluarga, namun juga merugikan nama daerah,” terangnya.

Sebelumnya, seorang napi teroris Abu Ibrahim alias Beny Syamsu alias Sutrisno yang tewas tertembak dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa malam (8/5), diketahui berasal dari Sumbar.

Santer kabar, Beni Syamsu, lama menetap di Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumbar. Namun, setelah ditelusuri, lelaki kelahiran 18 Juni 1986 itu, lama menetap di daerah Pekanbaru, Riau. Bahkan, sejak kecil hingga menikah, Beni tinggal di Pekanbaru.

Teroris yang ditangkap di Pekanbaru pada 24 Oktober 2017 itu, diketahui lahir di Nagari Malai Limo Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. Kini, nasib jenazah napi teroris Abu Ibrahim masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kabar terbaru, Beni yang karib disapa Trisno di tanah kelahirannya akan dimakamkan di Pekanbaru, setelah sebelumnya sempat hendak di makamkan di Nagari Malai Limo Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman.

Namun, karena napiter ini hanya lahir di sana dan tidak terdaftar sebagai warga setempat, masyarakat setempat menolak pemakaman Beni.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (rcc/JPC)



Close Ads
Napiter Tewas Warga Sumbar, Ini Tanggapan Wagub Nasrul Abit