JawaPos Radar

Kerusuhan di Rutan Mako Brimob Depok Membuat Polda Riau Introspeksi

11/05/2018, 18:46 WIB | Editor: Budi Warsito
Kerusuhan di Rutan Mako Brimob Depok Membuat Polda Riau Introspeksi
Kapolda Riau, Irjen Nandang (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menjadikan kerusuhan yang terjadi di Rutan Cabang Salemba, Komplek Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sebagai pengalaman untuk introspeksi agar lebih baik kedepannya. Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Riau, Irjen Nandang, Jumat (11/5) di Pekanbaru.

"Itu introspeksi untuk meningkatkan kualitas pengamanan tahanan, Baik di LP (Lembaga Pemasyarakatan) maupun di Polres dan di Polda," kata Irjen Nandang.

Dari ratusan orang yang menghuni Rutan Cabang Salemba, Komplek Mako Brimob Kelapa Dua, Depok itu, lima diantaranya merupakan napi teroris (napiter) yang sebelumnya diringkus Densus 88 di Riau.

Kelima orang teroris itu merupakan kelompok Jamaah Ansharud Dahlah (JAD). Mereka ditangkap secara terpisah di Provinsi Riau, Selasa, 24 Oktober 2017 lalu.

Kelimanya ialah, Wawan alias Abu Afif, 43; Beny Syamsu Trisno alias Abu Ibrahim, 32; YH alias Abu Zaid, 42; H alias Abu Bukhori dan N alias Abu Aisha.

Penangkapan pertama dilakukan tim terhadap Wawan dan Beni. Keduanya diamankan di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pukul 07.15 WIB.

Kemudian oleh tim yang berbeda, ditangkap YH alias Abu Zaid di depan Indomaret, Jalan Bukit Barisan, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Setelah itu, diamankan H alias Abu Bukhori di Perumahan Taman Griya Anggrek, Kabupaten Kampar.

Terakhir, tim menangkap NK di Jalan Kubang Raya, Kilometer 5, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Di kelompok JAD, Wawan memiliki posisi yang strategis. Ia menjabat sebagai ketua kelompok yang berkaitan dengan ISIS tersebut di Pekanbaru. Sementara lebihnya merupakan anggota dari Wawan.

Nandang mengaku, setelah penangkapan tersebut, kelimanya memang sempat dibawa ke Mako Brimobda Polda Riau untuk diinterogasi. Namun, penanganan kasus tersebut ditangani oleh Mabes Polri. Mereka yang diringkus ditahan di Rutan Cabang Salemba.

"Di Mako Brimob Polda Riau tidak ada (tahanan teroris). Itu sudah dibawa langsung ke Jakarta," ucapnya.

Belakangan diketahui, dua teroris yang ditangkap di Riau merupakan dalang dari kericuhan yang terjadi di Rutan Cabang Salemba pada Selasa, (8/5) kemarin. Dua teroris itu adalah Wawan dan Beni Syamsu Trisno.

Wawan disebut-sebut sebagai provokator dari kerusuhan yang menyebabkan lima anggota Polri gugur. Lima orang Polri yang gugur tersebut ialah Bripda Wahyu Catur Pamungkas; Bripda Syukron Fadhli; Ipda Rospuji; Bripka Denny dan Briptu Fandi. Sedangkan Beni Syamsu, adalah teroris yang tewas dalam tragedi menegangkan itu.

(ica/JPC)

Alur Cerita Berita

Keluarga Beny Syamsu Gelar Pengajian 11/05/2018, 18:46 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up