alexametrics

BPPTKG: Letusan Minor Merapi Tak Diikuti Susulan

11 Mei 2018, 14:30:26 WIB

JawaPos.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Gunung Api (BPPTKG) Yogyakarta menyimpulkan letusan gunung merapu yang terjadi pada Jumat (11/5) pagi sekitar pukul 07.40 WIB, merupakan letusan minor. Letusan itu dipicu oleh akumulasi gas vulkanik dan kemungkinan tidak akan diikuti oleh erupsi lebih lanjut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/5) siang. “Status aktivitas Merapi dinyatakan dalam tingkat normal,” kata dia.

Dikatakannya, aktivitas Merapi saat ini sudah mereda. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Kegiatan pendakian juga direkomendasikan hanya sampai Pasar Bubrah saja.

“Kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi puncak morfologi Merapi saat ini rawan terjadi longsor. Sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pendaki,” ujarnya.

Diuraikannya peningkatan aktivitas mulai pada Rabu (9/5). Terjadi gempa vulkanik sebanyak 2 kali dan guguran 8 kali. Hari selanjutnya, Kamis (10/5) muncul gempa vulkanik 4 kali dan guguran 3 kali.
Kemudian pada Jumat (11/5) dari pukul 00.00 hingga 08.00 WIB, guguran 1 kali dan gempa multi fase 1 kali. Lalu, 2 jam sebelum letusan ada peningkatan suhu kawah area 3 atau di dalam kawah. Mulai naik dari 38,2 derajat Celcius menjadi 90,6.

Dalam pengamatan visual, pada pukul 07.40 WIB diawali dengan suara gumuruh kecil. Terasa getaran di Pos Babadan dengan durasi 10 menit. Ketinggian kolom erupsi 5,5 kilometer di atas puncak dengan lama letusan 5 menit. “Erupsi berlangsung sekali dan tidak diikuti susulan,” ucapnya.

Pasca erupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan. Serta suhu kawah mengalami penurunan.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
BPPTKG: Letusan Minor Merapi Tak Diikuti Susulan