alexametrics

Vonis Berat Hakim Pada “Aki-aki” yang Gauli Paksa Anak Angkat Berulang

11 Maret 2019, 07:11:49 WIB

JawaPos.com – Nursaid Bin Zuhdi,69, warga RT 05 Kelurahan, Kampung Baru Kecamatan Muara Tembesi Kabuapten Batanghari, dihukum 15 tahun penjara, dan denda Rp 1 miliar, subsidair 3 bulan kurungan. Putusan ini ditetapkan karena ia terbukti secara sah dan meyakinkan dengan Kekerasan memaksa anak angkatnya STA,16, agar melakukan hubungan badan.

Putusan tersebut dijatuhkan oleh PN Muara Bulian, dengan Hakim Ketua Derman P. Nababan, Rais Torodji dan Ultry Meilizayeni sebagai Hakim Anggota.

Hal ini diungkapkan Ultry Meilizayeni, bahwasanya korban STA telah dipaksa oleh terdakwa untuk melakukan layaknya hubungan suami istri sebanyak 7 hingga sampai 10 kali. “Namun menurut Terdakwa lebih kurang 4 kali,” beber Ultry seperti dikutip Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Senin (11/3).

Vonis Berat Hakim Pada “Aki-aki” yang Gauli Paksa Anak Angkat Berulang
Ilustrasi palu hakim (DOK.JAWAPOS.COM)

Disambung Ultry terungkap di persidangan, sekitar bulan Oktober 2016 lalu di rumah terdakwa dimana Anak Korban tinggal. Dan pada saat itu istri terdakwa sedang bekerja mencetak batu bata.

Dan korban yang berada di rumah sedang nonton televisi sambil berbaring. Kemudian datang Terdakwa berbaring dekat korban dan mencium pipi kanan korban. Kemudian Terdakwa membekap mulut korban dengan tangannya, selanjutnya terdakwa langsung menyetubuhi korban.

Puas melampiaskan hasratnya, terdakwa melarang korban untuk menceritakannya kepada istri terdakwa ataupun orang lain. Terdakwa mengancam jika diberitahukan, korban tidak diperbolehkan sekolah. Dan setiap selesai melakukan perbuatan bejatnya tersebut, terdakwa selalu memberikan uang kepada korban.

Korban merasa takut jika dihentikan sekolahnya, maka perbuatan tersebut berlanjut, hingga akhirnya korban tidak tahan lagi dan sering menangis.

Melihat korban sering menangis, istri terdakwa Giatun Binti Gio yang merupakan ibu angkat korban merasa curiga. “Lalu menanyakan mengapa anaknya sering menangis, akhirnya mengakulah kalau korban sudah sering disetubuhi oleh bapak angkatnya sendiri,” jelas Ultry.

Majelis Hakim berpendapat, bahwa keadaan yang memberatkan terdakwa yaitu akibat perbuatan terdakwa menimbulkan trauma bagi korban. Demikian juga terdakwa merupakan orang tua dari korban yang seharusnya bertanggungjawab melindungi dan menjaganya, dengan sebaik-baiknya justru sebaliknya tega menghancurkan masa depan anaknya.

Terdakwa yang dihukum 15 hanya bisa tertunduk lesu. “Saya pikir-pikir yang mulia,” ujar terdakwa kepada Hakim Ketua setelah berkonsultasi dengan penasihat hukumnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : JPG


Close Ads
Vonis Berat Hakim Pada "Aki-aki" yang Gauli Paksa Anak Angkat Berulang