alexametrics

Gaji PNS Dipotong 15 Persen, Bupati Malang: Jangan Suudzon Dulu

11 Maret 2018, 12:48:17 WIB

JawaPos.com – Baru-baru ini, pemerintah mengeluarkan rencana perubahan skema pembayaran pensiun bagi pegawai negeri sipil (PNS). Skema teranyar dilakukan dengan konsep fully funded.

Iuran untuk pensiun yang semula 4,7 persen, dinaikkan menjadi 15 persen. Kenaikkan ini diambilkan dari gaji yang diterima PNS setiap bulan.

Mengenai hal ini, Bupati Malang Rendra Kresna pun angkat bicara. Menurutnya, tidak mungkin pemerintah mengambil kebijakan yang mempersulit PNS.

“Tidak mungkin pemerintah melakukan kebijakan dengan tujuan agar PNS menjadi sulit. Tapi justru, bagaimana kebijakan ini akan bantu pensiunan,” kata dia, kepada JawaPos.com, Minggu (11/3).

Rendra menjelaskan, masyarakat jangan suudzon terlebih dahulu dan tetap positif thinking. Pasalnya, kebijakan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu pensiunan PNS.

Pasalnya, ketika sudah pensiun nanti, gaji yang diterima hanya 75 persen dari gaji pokok. Tentunya nilai yang sangat sedikit. Sehingga, dengan adanya pemotongan 15 persen ini, diharapkan mampu meningkatkan jumlah nominal pensiunan yang diterima setiap bulannya.

Bahkan, menurutnya, langkah ini perlu diapresiasi secara positif. Pasalnya, nantinya juga akan kembali ke PNS yang bersangkutan. “Jangan mikir sudah gaji kecil, masih harus dipotong. Positif thinking dulu. Siapa tahu nanti gaji PNS dinaikkan,” kata dia sembari tersenyum.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (tik/JPC)


Close Ads
Gaji PNS Dipotong 15 Persen, Bupati Malang: Jangan Suudzon Dulu