JawaPos Radar

Antara Dua Kakek, Batu Bergambar Soekarno dan Raja Salman

11/03/2017, 23:03 WIB | Editor: Thomas Kukuh
Antara Dua Kakek, Batu Bergambar Soekarno dan Raja Salman
Dua pria sepuh yang diamankan kepolisian di Nusa Dua, Badung, Bali karena berupaya masuk ke ST Regis Hotel tempat Raja Salman menginap. (Ist for Radar Bali/JPG)
Share this

JawaPos.com - Makin banyak saja orang yang ditangkap petugas kepolisian yang berjaga kawasan St Regis Hotel di Nusa Dua, Bali. Orang-orang itu ditangkap lantaran ngotot ingin bertemu Raja Arab Saudi Salaman bib Abdulaziz Al Saud. Yang terbaru, Sabtu (11/3), ada dua pria uzur yang hendak menemui raja berjuluk Penjaga Dua Kota Suci. Tak hanya ingin bertemu Raja Salman, dua orang itu mengaku ingin menawarkan batu langka.

Mereka adalah Herry Gunawan, 74, asal Pekalongan dan Sangga Rustandi, 69, asal Bandung. Sumber Jawa Pos Radar Bali mengungkapkan, Herry dan Sangga tiba di Bali pada Kamis (9/3) menggunakan pesawat Citilink di Bandara Ngurah Rai pukul 18.30 Wita. Setibanya di Bali, kedua orang yang mengaku nonmuslim itu menuju Denpasar untuk menemui seseorang bernama Mahendra.

Selanjutnya, Herry dan Sangga menginap di Bedrock Hotel, Kuta, Kabupaten Badung. Hingga akhirnya pada Sabtu (11/3), kedua orang itu sekitar pukul 09.00 Wita meninggalkan hotel menggunakan mobil Toyota Avanza bernomor polisi DK 704 GO. Tujuannya, Gereja Maria Bunda di Puja Mandala, Kuta Selatan. Keduanya lantas mengikuti misa di sana.

Selepas misa, Herry dan Sangga sangat yakin bisa memasuki kawasan St Regis Hotel. Namun, niat kedua orang itu dihadang petugas keamanan. “Mereka langsung diamankan oleh unit Raimas (pengurai massa, red) Polresta Denpasar dan dibawa ke Polsek Kuta Selatan,” tutur sumber itu.

Dari hasil interogasi, terungkap motivasi kedua orang itu. “Mereka ada keinginan untuk menjual sebuah batu yang bergambar,” sambungnya.

Polisi juga memeriksa telepon seluler dan akun media sosial mereka. Namun, dari proses pemeriksaan tidak ditemukan adanya hal membahayakan dari kedua pria sepuh itu. “Tidak ada SMS maupun Facebook yang mengarah akan melakukan kegiatan sabotase terhadap rombongan Raja Salman dan hujatan terhadap pemerintah maupun mengarah ke radikalisme,” pungkasnya. (dre/jpg)

 

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up