JawaPos Radar | Iklan Jitu

Juara Essay Competition HPN 2019 PWI Gresik

Siswa SMAN 1 Driyorejo Sebarkan Semangat Kebangsaan Lewat Tulisan

11 Februari 2019, 17:37:14 WIB
Siswa SMAN 1 Driyorejo Sebarkan Semangat Kebangsaan Lewat Tulisan
Siswa SMAN 1 Driyorejo Favian Daffa Gusma yang menjuarai Essay Competition HPN 2019 PWI Gresik. (PWI Gresik for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Favian Daffa Gusma, pelajar SMAN 1 Driyorejo Gresik tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Siswa kelas XII itu menjadi juara utama Essay Competition 2019 yang dihelat PWI Gresik dengan didukung DPRD Gresik dan Singapore Tourism Board (STB). Berkat capaian itu, Favian berhak menerima hadiah education trip ke Singapura.

Dalam kompetisi tersebut, Favian menyisihkan ratusan pelajar se-Kabupaten Gresik. Kendati sudah beberapa kali memenangi lomba menulis, dia masih tidak percaya bisa juara.

"Aduh, saya nggak menyangka bisa menang. Sudah beberapa kali menang lomba menulis, tapi baru sekarag deg-degan. Soalnya hadiahnya ke luar negeri," ungkap Favian, Senin (11/2).

Essay Competition 2019 merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Tema kompetisi tersebut adalah 'Satu Semangat Kebangsaan untuk Indonesia'.

Dalam tulisannya, Favian mengangkat judul 'Mempertebal Pemahaman Multikultural di Sekolah untuk Menghentikan Radikalisme dan Terorisme’'. Menurut Favian, Indonesia adalah negara dengan beragam suku dan agama. Keragaman tersebut harus tetap dijaga dan dirawat. Bukan justru menjadi sumber konflik.

Selama ini, multikultur menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia. Namun, belakangan muncul gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme yang dikemas dalam isu agama atau antargolongan.

"Nah, karena itu pemahaman multikultur harus terus dilakukan, terutama di sekolah. Sebab, sekolah adalah tempat pembelajaran penting kedua setelah lingkungan keluarga," ujarnya.


Pemahaman nilai-nilai multikultur, harus dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun di kelas. Misalnya, lewat kegiatan Pramuka, PMR, olahraga dan sejenisnya.

"Pada setiap kegiatan harus ditanamkan semangat kebangsaan. Satu nusa, satu bangsa," katanya.

Koordinator Essay Competition 2019 Deni Ali Setiono mengatakan, Favian memenangkan education trip ke Singapura setelah melalui proses penjurian yang ketat. Tidak hanya dengan melihat narasi yang dituliskan, tetapi juga melewati tahapan assesment.

Dari ratusan naskah yang masuk, terjaring lima pelajar terbaik. Selain Favian, lima finalis lain adalah Naura Zalfa Addintama dari SMAN 1 Gresik; Channah Auliya Rizqy, MAN 2 Gresik; Dwi Wulandari, SMAN 1 Kebomas; dan Luluk Addiniyah, MA Assi'diyah.

"Kami tidak menduga, ternyata rata-rata tulisan-tulisan para generasi milenial Gresik luar biasa. Rencana kami terbitkan menjadi sebuah buku," ujar Deni.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2019 PWI Gresik Ashadi Iksan mengatakan, lomba esai itu bagian dari gerakan untuk ikut mendorong budaya literasi di kalangan milenial. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital seperti sekarang, ada kecenderungan para pelajar lebih suka bermain game dan bermedsos ria ketimbang menulis sebuah karya.

"Nah, PWI terdorong untuk mengajak mereka untuk mau membaca dan menulis karya yang bermanfaat," ungkapnya.

Selain Essay Competition 2019 Pelajar Menulis, kegiatan lain yang digelar PWI Gresik menyemarakkan peringatan HPN sekaligus Hari Jadi Gresik ke-532 adalah Study Excursie ke Batam, Media Trip; Competence Development, Anugerah Giri Pancasuar Awards; dan Ngaji Bareng Kiai Kanjeng dengan tema Satu Semangat ke-Indonesia-an.

Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib memberikan apresiasi terhadap serangkaian program yang dilaksanakan PWI tersebut. "Sudah beberapa tahun kegiatan PWI yang bersinergi dengan kami telah berjalan sangat baik dan memberikan kemanfaatan pada masyarakat," pujinya.

Editor           : Dida Tenola

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up