alexametrics

Setelah Dilantik Khofifah-Emil Bakal Diarak dari Bandara Juanda

11 Februari 2019, 12:05:47 WIB

JawaPos.com – Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak mulai berkemas-kemas menjelang pelantikan lusa (13/2). Seusai pelantikan, mereka bakal menempati rumah dinas gubernur dan wakil gubernur Jatim di Surabaya.

Bagi Khofifah, pindahan itu mungkin tidak begitu terasa. Sebab, ketua umum Muslimat NU tersebut sudah lama berdiam di Surabaya. Namun, tidak demikian halnya bagi Emil yang selama ini tinggal di Trenggalek. Maklum, hingga hari ini Emil masih menjabat bupati Trenggalek.

Sejak beberapa hari lalu Emil sibuk mengemasi barang-barang pribadinya. Foto, buku, dan beberapa barang pribadi dimasukkan ke kardus agar mudah dibawa saat pindahan. Ada banyak agenda yang menanti menjelang pelantikan. Mulai ramah tamah dengan jajaran DPRD Jatim hingga pisah kenal dengan gubernur dan wakil gubernur Jatim pendahulunya, Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Setelah Dilantik Khofifah-Emil Bakal Diarak dari Bandara Juanda
Khofifah Indar Parawangsa bersama Emil Elistianto Dardak saat Pilkada Jawa Timur 2018 lalu. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Suami artis Arumi Bachsin itu mengaku akan memaksimalkan waktu menjelang pelantikan. Terutama untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai bupati Trenggalek. Namun, Emil mengatakan bahwa jabatan barunya sebagai wakil gubernur tidak berarti meninggalkan masyarakat Trenggalek. “Saya ingin memanfaatkan sisa waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk Trenggalek,” ucap Emil kepada Jawa Pos Radar Tulungagung.

Emil merasa sangat terkesan dengan karakter masyarakat yang menjadi tempat kelahiran keluarga besarnya tersebut. Bukan karena ada kedekatan emosional. Emil melihat karakter masyarakat Trenggalek sangat progresif serta bisa menerima dan menerapkan hal-hal baru.

Emil juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga saat memimpin Pemkab Trenggalek. Pengalaman itu bisa menjadi bekal dan modal dasar bagi dirinya pribadi maupun keluarga.

Sementara itu, rangkaian penyambutan Khofifah-Emil sudah disiapkan. Ada lima titik yang menjadi pusat penyambutan. Yakni, Bandara Internasional Juanda, Masjid Al Akbar Surabaya, Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, dan Gedung Negara Grahadi.

Sesuai jadwal, Khofifah-Emil tiba di Bandara Juanda Kamis pagi (14/2). Ribuan relawan akan menyambut di bandara tersebut. Mereka lalu mengiringi perjalanan Khofifah menuju Masjid Al Akbar Surabaya. Di masjid itu, juga ada relawan yang menunggu. “Ibu Khofifah bersama relawan akan melaksanakan salat Tahiyatul Masjid dan sujud syukur,” kata Helmy M. Noor, tim kreatif penyambutan Khofifah-Emil.

Seusai sujud syukur, Khofifah-Emil melanjutkan perjalanan ke Tugu Pahlawan dengan jip. Ada 30 jip antik yang disiapkan. Relawan mengiringi perjalanan dari Masjid Al Akbar hingga Tugu Pahlawan.

Di Tugu Pahlawan, Khofifah akan menyampaikan pidato kerakyatan. Dia bakal memaparkan beberapa program yang diprioritaskan selama 99 hari kerja. “Kami perkirakan ada 5 ribu relawan yang hadir,” ujarnya.

Dari Tugu Pahlawan, Khofifah bersama Emil akan bergeser ke Jalan Tunjungan. Konvoi tersebut masih menggunakan jip. Sesampai di Hotel Majapahit, Khofifah-Emil berganti kendaraan. Mereka lalu menuju Grahadi dengan kereta Ul-Daul. “Kami gunakan kendaraan khas daerah,” imbuh Helmy.

Di Grahadi, digelar khataman Alquran yang melibatkan 99 penghafal Alquran. Khataman tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 16.00. Pembacaan doa dilakukan setelah rombongan gubernur dan wakil gubernur memasuki Grahadi. Acara masih berlanjut. Selesai salat Magrib, Khofifah menggelar buka bersama relawan. Rangkaian acara tersebut ditutup dengan istighotsah di halaman gedung Grahadi. Helmy menambahkan, prosesi penyambutan memang menonjolkan kesan religi. Itu sesuai harapan Khofifah yang ingin menjadikan Jawa Timur kental dengan kegiatan bernuansa keagamaan. 

Editor : Dida Tenola

Reporter : (hai/riq/c9/c11/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Setelah Dilantik Khofifah-Emil Bakal Diarak dari Bandara Juanda