JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sebelum Bertugas jadi Gubernur, Khofifah Temui Risma dan Gus Ipul

11 Februari 2019, 10:41:33 WIB
Sebelum Bertugas jadi Gubernur, Khofifah Temui Risma dan Gus Ipul
SILATURAHMI: Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawangsa menemui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di salah satu rumah makan di Surabaya, Minggu (10/2). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Dua hari lagi Jawa Timur resmi memiliki gubernur dan wakil gubernur baru. Rabu lusa (13/2) Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak akan mengisi kursi yang selama ini diduduki Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Khofifah-Emil sudah memiliki rencana kerja yang sering mereka sampaikan saat kampanye Pemilihan Gubernur 2018 lalu. Program-program tersebut akan disampaikan lagi oleh Khofifah dalam pidato kerakyatan di Tugu Pahlawan, Surabaya, setelah pelantikan. KH Zahrul Azhar As'ad, juru bicara Khofifah, menjelaskan langkah-langkah yang akan dijalankan.

Menurut dia, untuk tahap awal, Khofifah menetapkan 99 hari kerja untuk menerapkan programnya. Angka 99 diambil dari jumlah Asmaul Husna. "Jadi, tidak 100 hari kerja seperti yang dilakukan kepala daerah lain," katanya.

Sebelum Bertugas jadi Gubernur, Khofifah Temui Risma dan Gus Ipul
GUBERNUR JAWA TIMUR TERPILIH: Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto akan memimpin Jawa Timur untuk lima tahun mendatang. (Galih Cokro/Jawa Pos)

Pria yang akrab disapa Gus Han itu memerinci, 99 hari kerja dibagi menjadi tiga tahap. Setiap tahap terdiri atas 33 hari kerja. Program setiap tahap merupakan bagian dari Nawa Bhakti Satya. ''Di dalamnya termasuk program satu pesantren satu produk,'' ungkapnya.

Nawa Bhakti Satya adalah program yang diusung Khofifah-Emil selama masa kampanye pilgub. Perinciannya, Jatim sejahtera, Jatim kerja, Jatim cerdas dan sehat, Jatim akses, Jatim diniyah, Jatim agro, Jatim berdaya, Jatim amanah, dan Jatim harmoni. ''Program itulah yang akan diterapkan Khofifah secara bertahap,'' ucapnya.

Selain merealisasikan program, Khofifah akan membuat suasana birokrasi di Jatim berbeda. Pemegang jabatan adalah orang-orang profesional. Tidak berdasar kedekatan atau pertemanan. Bisa jadi, pemerintahan Khofifah akan memberlakukan open bidding (lelang terbuka) untuk jabatan tertentu.

Gus Han juga menyampaikan, Khofifah-Emil akan mengutamakan kebersamaan dan keselarasan. Karena itu, bakal terus dilakukan silaturahmi dengan banyak pihak. Misalnya, yang terjadi kemarin sore di Rumah Makan Ria Galeria, Surabaya.

Untuk kali pertama setelah pilgub Jatim, Khofifah duduk semeja dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Pertemuan tersebut mencairkan kabar keretakan hubungan keduanya yang sempat terdengar saat masa pilgub lalu. Maklum, kala itu Risma mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang menjadi pesaing Khofifah-Emil.

Khofifah bersama rombongan tiba di lokasi pukul 16.30. Dia turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah makan tersebut. Risma yang hadir sekitar 30 menit sebelumnya langsung menyapa mantan menteri sosial itu. ''Maaf, saya tidak bisa menyambut di depan mobil. Kaki saya belum bisa banyak gerak,'' ujar Risma.

Turut pula menyambut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati, Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi, serta beberapa staf di lingkungan Pemkot Surabaya. Setelah semua bersalaman, kedua rombongan masuk ke ruangan berukuran sekitar 4 x 6 meter.

Di tengah ruangan itu terdapat meja panjang dengan lima kursi di kiri kanannya. Beragam menu sudah tersaji. Mulai ayam goreng, sate kambing, gurami goreng, rawon, dan menu lain. ''Monggo, langsung saja,'' kata Risma mempersilakan Khofifah. Dia menyodorkan beberapa makanan kepada Khofifah.

Obrolan pun berlangsung. Risma mengawalinya dengan menanyakan aktivitas Khofifah beberapa hari terakhir. ''Saya baru selesai acara di Malang,'' ungkap Khofifah.

Obrolan terus berlanjut seputar aktivitas Khofifah sebelum pelantikan. Salah satunya kampanye di beberapa kota. Risma yang lebih banyak berbicara menceritakan kondisi kesehatannya yang belum pulih sempurna. Selain itu, waktunya lebih banyak digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di Pemkot Surabaya.

Banyak hal yang disampaikan Risma sore itu. Dia menceritakan kondisi remaja di Surabaya yang mengalami degradasi moral. Banyak yang terjerumus pada perilaku negatif. Mulai bolos sekolah hingga mengonsumsi narkoba. ''Saya menemui mereka sendiri,'' ujarnya.

Sebagian besar di antara mereka kurang perhatian dari orang tua. Hal itu juga terjadi di lingkungan eks lokalisasi Dolly. Banyak generasi muda yang tumbuh dewasa tanpa pengawasan orang tua. ''Mereka dititipkan ke neneknya. Nah, neneknya sudah berumur, jadi tidak bisa mengawasi,'' ungkap Risma.

Kondisi seperti itu banyak ditemukan di Surabaya. Risma sudah memerintah jajarannya untuk terus mendampingi remaja yang bernasib seperti itu. Jumlah mereka terus bertambah. Selama pembicaraan, Khofifah lebih banyak mendengarkan. Hanya sesekali dia menimpali. Itu pun sekadar memastikan apa yang disampaikan Risma.

Masalah SMA dan SMK juga disampaikan Risma. Saat ini penge­lolaan SMA dan SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Kebijakan itu dipertanyakan Risma. Sebab, dampak kebijakan tersebut, Pemkot Surabaya tidak bisa mengambil langkah apa pun. ''Kami tidak berani karena tidak sesuai aturan,'' tegasnya.

Akibat kebijakan tersebut, pola penanganan sekolah di Surabaya berubah. Yang gratis berubah menjadi tidak gratis. Akibatnya, banyak siswa yang tidak bisa bersekolah.

Khofifah tidak banyak komentar saat mendengar keluhan Risma. Dia menyatakan, posisinya hanya menampung informasi tentang persoalan di Surabaya. Namun, dia menegaskan bahwa pertemuan tersebut sangat positif. ''Ada informasi yang saya terima tentang Surabaya,'' kata Khofifah.

Setelah bertemu Risma, Khofifah melanjutkan agenda di DPRD Jatim. Dia bertemu dengan pimpinan dewan dan pimpinan fraksi. Pertemuan itu membahas masalah transisi. Terutama program-program positif yang sudah berjalan. Kalangan dewan menginginkan program tersebut terus dilakukan. Termasuk, harmonisasi hubungan antara legislatif dan eksekutif yang terjalin selama kepemimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Sementara itu, tadi malam, sekitar pukul 23.00, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf bersilaturahmi ke kediaman Khofifah di Jemursari, Surabaya. Dia datang bersama pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jatim. Gus Ipul -sapaan akrab Saifullah Yusuf- menyapa Khofifah yang menunggu di teras rumah. "Maaf, malam-malam saya bertamu," ujar Gus Ipul. Dia menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan silaturahmi awal sebelum pelantikan. Dia juga ingin Gerakan Pramuka Kwarda Jatim tetap mendapat perhatian.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul menyerahkan undangan Pramuka Bersalawat yang akan diadakan di Makodam V/Brawijaya. "Kami berdoa semoga Jawa Timur ke depan aman dan makmur," ucapnya. Khofifah bertanya tentang kepramukaan di Jawa Timur. Siapa pengurus dan apa saja kegiatannya. Dia juga berterima kasih atas kunjungan tersebut. "Saya ini juga pernah menjadi dewan Pramuka," katanya. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (riq/c5/c10/oni)

Alur Cerita Berita

Semua Instansi Pemprov Jatim Wajib 'Cetar' 11 Februari 2019, 10:41:33 WIB
Khofifah dan Emil Diarak 33 Jeep Kuno 11 Februari 2019, 10:41:33 WIB
Emil Ditugasi Garap Wilayah Selatan 11 Februari 2019, 10:41:33 WIB
Cari Solusi Pembiayaan SMA/SMK 11 Februari 2019, 10:41:33 WIB
Terkenang Baju Khusus yang Dulu Dipesankan Suami 11 Februari 2019, 10:41:33 WIB
Khofifah Siapkan Program Cetar 11 Februari 2019, 10:41:33 WIB
Emil Masih Nyaman di Rumah Kontrakan 11 Februari 2019, 10:41:33 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up