alexametrics

Pengacara Tak Menyangka Ketum PA 212 Jadi Tersangka

11 Februari 2019, 13:20:43 WIB

JawaPos.com- Penetapan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif masih belum bisa dipercayai sepenuhnya oleh tim pengacaranya. Mereka terkejut, sama sekali tidak menyangka bahwa dugaan pelanggaran kampaye itu sampai menyeret Slamet ke ranah pidana.

“Kami tidak pernah menduganya (Slamet jadi tersangka). Saya juga sudah konfirmasi ke polisi,” terang salah satu pengacara dari Tim Pengacara Muslim, Ahmad Michdan, Senin (11/2).

Michdan tidak pernah menyangka kliennya akan ditetapkan sebagai tersangka. Mengingat, selama ini banyak kasus serupa yang akhirnya berhenti dan tidak berlanjut ke proses hukum.

Michdan mencontohkan beberapa kasus yang mirip dengan kasus yang menimpa kliennya itu. Seperti kasus dugaan kampanye yang dilakukan oleh dua orang menteri. Yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan juga Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat menghadiri pertemuan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali, tahun lalu.

Selain itu Michdan juga mencontohkan kasus yang sempat menyeret Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bahkan polisi sudah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3). Padahal, waktu itu PSI diduga sudah melanggar aturan kampanye karena memasang iklan di media cetak.

“Kasusnya selesai begitu saja, bahkan hanya di tingkat Bawaslu,” ucapnya.

Michdan juga menyampaikan, bahwa kondisi sangat bertolak belakang dengan tim yang tidak mendukung petahana. Pihaknya merasa tidak mendapatkan keadilan. Sebab, semua laporan yang menyeret tim dari kelompok pendukung petahana tidak pernah ditindaklanjuti.

“Tapi kami tetap beritikad baik dalam menjalani proses hukum, dan pak Slamet juga akan hadir dalam pemeriksaan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif sudah ditetapkan tersangka oleh Polresta Solo. Rencananya, Slamet akan diperiksa di Mapolda Jateng, Rabu mendatang (13/2).

Editor : Dida Tenola

Reporter : Ari Purnomo

Copy Editor :

Pengacara Tak Menyangka Ketum PA 212 Jadi Tersangka