Masuk Wilayah Internasional, Aturan Pengiriman Barang di Batam Berbeda

11 Februari 2019, 16:25:19 WIB

JawaPos.com – Sebagai daerah perdagangan, Batam memiliki aturan khusus yang berbeda dengan daerah lainnya di tanah air. Pemerintah melalui surat keputusan Dirjen Bea Cukai (BC) No Kep.07/BC/2019, menghadirkan aturan mengenai alur pengiriman barang keluar Batam.

Aturan itu, kata Manajer Penjualan Kantor Pos Cabang Batam, M Taufik, membuat posisi Batam sebagai daerah Internasional dalam hal aturan pengiriman barang keluar.

Taufik menjelaskan, aturan tersebut sudah mulai diberlakukan sejak awal Februari 2019 ini. Dimana alur pemeriksaan yang sebelumnya hanya menggunakan pemeriksaan x-ray, berubah menjadi lebih ketat dengan cara diperiksa satu persatu oleh petugas Bea dan Cukai.

Masuk Wilayah Internasional, Aturan Pengiriman Barang di Batam Berbeda
Manajer Penjualan, Kantor Pos Cabang Batam, M Taufik. (Boni Bani/JawaPos.com)

Selain pengetatan pemeriksaan, pemerintah juga melakukan pengenaan pajak pada pengirim yang melakukan pengiriman terhadap satu tujuan di atas nilai 75 USD. Untuk detil perhitungan besaran pajak yang dikenai, Taufik mengatakan, hal tersebut menjadi domain pihak Bea dan Cukai.

“Mereka (Bea Cukai) punya data nilai barang. Jadi tau berapa biaya untuk pengiriman satu paket yang diperiksa itu. Kalau perhitungan kasarnya, dikenai pajak sekitar satu juta Rupiah,” ujar Taufik di kantornya, Senin (11/2).

Aturan baru ini, lanjut Taufik lagi, cukup memberikan kejutan bagi dunia usaha pada sektor jasa titip. Dimana kebijakan tersebut, mempengaruhi alur pengiriman barang keluar Batam. Akibatnya, banyak barang-barang yang menumpuk di kargo bandara, yang ujung-ujungnya memperlambat barang sampai kepada penerima.

Di Kantor Pos Cabang Batam sendiri, sejak tanggal 1 sampai 6 Februari 2019, ada 20 ribu item barang yang menumpuk di gudang. Kondisi ini, bisa mengalami peningkatan karena proses pemeriksaan berbanding terbalik dengan jumlah barang yang masuk. Dimana dalam sehari, barang masuk bisa mencapai 3 ribu item.

Saat ini, jelasnya, jumlah petugas Bea dan Cukai yang melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang di Kantor Pos Batam sebanyak tujuh orang. Jumlah ini, memang mengalami peningkatan dibanding sebelumnya yang hanya berjumlah lima orang petugas.

“Jumat (8/1) kemarin saya lihat ada penambahan petugas. Mungkin mereka juga kualahan karena harus periksa satu persatu,” kata Taufik lagi.

Lebih jauh, Kondisi ini memang mengharuskan terjadinya perubahan dalam sistem pelayanan. Dengan melakukan penambahan jumlah tenaga dan alat pemeriksa. Jika penambahan tenaga tidak segera dilakukan, maka hal tersebut akan semakin mengganggu sistem yang ada.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Bobi Bani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads
Masuk Wilayah Internasional, Aturan Pengiriman Barang di Batam Berbeda