JawaPos Radar

Pelaku Penyerangan Gereja Lakukan Hal Ini Sebelum Beraksi

11/02/2018, 14:05 WIB | Editor: Budi Warsito
Pelaku Penyerangan Gereja Lakukan Hal Ini Sebelum Beraksi
Petugas Kepolisian berjaga di Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman pada Minggu (11/2). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pelaku penyerangan di Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman pada Minggu (11/2) pagi sempat berteriak takbir sesaat sebelum melancarkan aksinya.

Setelah berteriak, barulah pelaku masuk ke dalam ruangan gereja dan menyabetkan sebilah pedang yang dibawanya ke tubuh beberapa korban.

Ketua Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog Sukatno mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar 10-15 menit saja. Teriakan Allahu Akbar beberapa kali terdengar saat jemaat gereja sedang melakukan sembahyang.

Pelaku Penyerangan Gereja Lakukan Hal Ini Sebelum Beraksi
Kakanwil Kemenag DIY Lutfi Hamid saat berada di Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman pada Minggu (11/2). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

"Teriak seperti itu. Jemaat saat tengah kemuliaan berserah diri. Pada awalnya (sedang berdoa) mari kita meninggalkan perkara dunia. Saat kejadian itu semua mata terbelalak," katanya, di lokasi kejadian, Minggu (11/2).

Dijelaskannya, pelaku menyerang beberapa jemaat. Beruntung petugas Kepolisian segera datang dan melumpuhkan pelaku. Pelaku dilumpuhkan dibagian kakinya. Hal itu dilakukan karena pelaku tak mengindahkan seruan dan coba menyerang petugas Kepolisian.

Setelah penyerangan, selain darah yang berceceran, beberapa barang juga mengalami kerusakan. "Tidak bisa kami ungkapkan barang apa yang rusak," katanya.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara, pembersihannya akan selesai pada Kamis (15/2) nanti. Kemudian, Jumat (16/2) mendatang gereja tersenit sudah bisa dipakai kembali.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag DIY Lutfi Hamid mengatakan, peristiwa ini cukup membuat luka bagi masyarakat. Pasalnya, saat ini pemerintah dan elemen masyarakat sedang mempunyai kesadaran membangun harmonisasi antar umat beragama. Namun, hal itu tercoreng dengan munculnya kejadian ini.

"Harapan kami, seluruh elemen tokoh agama dan masyarakat mencoba menyadarkan warga untuk tidak melakukan perilaku radikal dan intoleransi. Semoga semua kewaspadaan penuh," katanya.

Seperti diketahui peristiwa penyerangan terjadi di sebuah Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman pada Minggu (11/2). Penyerangan itu menyebabkan beberapa jemaat dan satu Romo mengalami luka. Korban luka saat ini menjalani perawatan di Panti Rapikan Yogyakarta. Sementara pelaku yang dilumpuhkan dibawa ke RS Bhayangkara Yogyakarta.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up