alexametrics

Kapolri Minta Jajaran ke Lapangan untuk Dengar Aspirasi Masyarakat

11 Januari 2022, 18:24:56 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan di Polda Lampung terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas), penanganan covid-19, hingga soal transformasi Polri yang Presisi. Di sana, Sigit menekankan seluruh personel kepolisian harus mau turun ke lapangan. Tujuannya, untuk menyerap aspirasi dan harapan serta kemauan dari masyarakat.

Dengan mendengar langsung keinginan dari warga, Sigit menyebut hal itu bisa dijadikan bahan evaluasi atau acuan untuk mewujudkan Korps Bhayangkara yang dipercaya dan dicintai warga. “Datang ke masyarakat, dengarkan apa yang mereka inginkan. Bila perlu kumpul masyarakat tingkat Polsek, Polres, sampai Polda. Sehingga tahu apa yang harus ditingkatkan. Nanti akan muncul trust dari masyarakat,” kata Sigit, Selasa (11/1).

Sigit menegaskan, instruksi dan arahan yang diberikan bukan hanya harus dijalankan oleh Polda Lampung. Melainkan, seluruh Polda dan personel kepolisian di manapun berada. Demi meningkatkan kepercayaan masyarakat, mantan Kapolda Banten itu menegaskan agar pelayanan publik harus terus ditingkatkan menjadi jauh lebih baik. Sigit tak ingin mendengar adanya pelayanan yang tidak sesuai harapan masyarakat.

Dalam semangat Polri yang Presisi, pelayanan terhadap masyarakat tidak boleh ada perbedaan. Harus dilakukan dengan cepat, ramah dan humanis. Dengan begitu, kata Sigit, kepolisian akan mendapatkan doa dan apresiasi dari warga. Muaranya, akan berdampak pada organisasi Polri secara keseluruhan.

“Layani dengan cepat pengaduan. Sehingga masyarakat mengetahui kita melakukan respons atas apa yang mereka keluhkan. Cek apakah itu berjalan atau belum. Karena ini tidak mudah,” ujar Sigit.

Semua upaya tersebut, menurut Sigit harus dikomandoi dengan sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan pengawasan sistem yang ketat. Tujuannya untuk menghindari penyimpangan oknum kepolisian yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan.

“Ini butuh suatu kepemimpinan, pengawasan sistem yang ketat. Kita tak ingin anggota yang selama ini telah bekerja keras kemudian ada masalah hanya gara-gara kita tak memberikan bimbingan sehingga salah jalan. Terpengaruh lingkungan, salah, terus menjadi korban. Apalagi pelanggaran itu dilakukan bersama dan terorganisir,” ucap Sigit.

Semangat menuju Polri yang Presisi dapat dilakukan dengan menciptakan budaya untuk memulai berbuat baik dari hal-hal yang kecil setiap harinya, baik di level terbawah hingga paling atas. “Profesionalisme apabila tak didukung etik yang benar akan terjadi pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang. Ini dampaknya berbahaya bagi Polri. Lakukan perbaikan, apabila tak mampu bersihkan dan evaluasi. Karena banyak anggota kita yang siap kerja dan tak rela kalau institusi kita dirusak oknum yang tak bisa memahami harapan organisasi dan masyarakat,” tutur Sigit.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: