alexametrics

Soal Keributan di Rutan Solo, Ini Versi Karutan

11 Januari 2019, 05:25:13 WIB

JawaPos.com – Keributan yang terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Solo, Kamis (10/1) memicu kemarahan salah satu ormas di Solo. Bahkan mereka datang dalam jumlah cukup banyak ke Rutan. Simpang siur pemicu keributan pun beredar di masyarakat.

Menurut Kepala Rutan kelas IA Solo, M. Ulin Nuha bahwa keributan itu disebabkan karena salah paham saja. Yakni antara pembesuk warga binaan dan tahanan di Rutan. 

Kepada JawaPos.com, Ulin menceritakan mengenai kronologi awal terjadinya keributan di dalam Rutan. Menurutnya, pagi itu ada ada sejumlah pembesuk warga binaan yang datang. Jumlahnya lebih kurang 30 orang. Saat membesuk itulah, terjadi saling tatap antara warga binaan dan pembesuk. 

Ricuh Rutan Solo
Total tahanan yang sudah dipindahkan sebanyak 12 tahanan. Pemindahan tahanan dilakukan sebanyak tiga kali. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

“Mungkin yang saling melihat, lalu yang dikunjungi tidak terima. Akhirnya terjadi cekcok, kemudian salah satu warga binaan ditarik bajunya dan terjatuh,” terangnya.

Melihat kejadian itu, Ulin melanjutkan, rekan korban tidak terima dan secara spontanitas langsung melakukan pembelaan. Dan terjadilah keributan hingga terjadi saling lempar batu di dalam Rutan. 
Suasana di dalam Rutan sempat kacau karena antara tahanan dan pembesuk terus saling lempar.

Akhirnya petugas yang ada di dalam Rutan langsung melakukan pengamanan. Dan pembesuk dan juga warga binaan yang terlibat keributan langsung diamankan. “Keributan ini terjadi antara blok B dan blok C, dan ini masih rentetan kasus yang sama yang terjadi beberapa waktu lalu,” ungkapnya. 

Ulin tidak menampik, banyaknya jumlah pembesuk yang datang pagi itu turut menjadi salah satu pemicu terjadinya keributan. Dan antara warga binaan yang terlibat keributan, sebelumnya juga pernah terlibat gesekan. Tetapi, berhasil diredam sehingga tidak sampai meluas seperti yang terjadi hari ini.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo



Close Ads
Soal Keributan di Rutan Solo, Ini Versi Karutan