alexametrics

Pemprov Riau Akui Kenaikan Harga Tiket Pesawat Pengaruhi Ekonomi

11 Januari 2019, 20:00:01 WIB

JawaPos.com – Maskapai Lion Air dan Citilink akan memberlakukan tarif bagasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, akan mempertimbangkan untuk menyurati pihak maskapai terkait kebijakan tersebut. Sebab, tarif bagasi yang berdampak dengan naiknya harga tiket, tentu mempengaruhi perekonomian masyarakat.

“Untuk menyurati, sampai hari ini belum. Tapi ketika itu dibutuhkan oleh daerah, kenapa tidak? Why Not?,” kata Asisten II Setdaprov Riau, Masperi, Jumat (11/1) di Pekanbaru.

Diakui Masperi, kenaikan harga tiket memang merupakan kebijakan maskapai. Tapi, kalau berdampak terhadap daerah tentu pemerintah harus mempertimbangkannya.

“Misalnya orang ada uang 10, beli tiket 7, maka sisanya 3 ada bisa untuk belanja menggerakkan ekonomi masyarakat. Tapi kalau harga tiket 10 tidak ada lagi yang untuk belanja habis untuk beli tiket,” kata dia mencontohkan.

Meskipun harga tiket naik, sebenarnya masyarakat bisa beralih ke transportasi lain. Seperti bus atau lainnya. “Apalagi kenaikan tarif tiket pesawat ini jelas berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan dan investasi. Karena itu, kita minta perusahaan maskapai untuk mempertimbangkan kenaikan tarif pesawat ini. Memang kalau untuk menyurati kita belum,” sebutnya.

Bukan hanya itu saja, dengan naiknya harga tiket ini tentunya akan memicu inflasi di Riau. Di mana inflasi Riau pada bulan November 2018 sebesar 0.49 persen. Untuk inflasi Januari-November 2018 sebesar 2.21 persen dan inflasi Year on Year pada November 2018 terhadap November 2017 sebesar 2.72 persen.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Fahmizal Usman menyebutkan, kebijakan maskapai grub Lion Air ini merupakan strategi bisnis dan sudah berlaku di maskapai Air Asia.

“Lihatlah seberapa besar kencang pertumbuhan Air Asia di dunia? Mereka jual bagasi. Itu yang diikuti Lion Air karena dianggap menguntungkan. This is a bussines,” katanya.

Menurut Fahmi, tidak semua wisatawan memanfaatkan bagasi dalam sebuah perjalanan ke suatu destinasi wisata. Artinya tren wisatawan bag packer juga sudah mulai menjamur, yang hanya mengandalkan tentengan.

Lebih lanjut fahmi mengatakan, kecenderungan membutuhkan bagasi yakni orang-orang pulang dalam suatu perjalanan dinas. Biasanya memberikan oleh-oleh kepada rekan-rekan kantornya.

“Kalau wisatawan enggak ada. Mereka lebih punya pilihan, mau pakai bagasi atau tidak,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Virda Elisya

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Pemprov Riau Akui Kenaikan Harga Tiket Pesawat Pengaruhi Ekonomi