JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jual Bayi Lutung Emas, Warga Deliserdang Diringkus

11 Januari 2019, 14:24:53 WIB
Satwa Langka
Bayi satwa dilindungi yang berhasil disita dari perdagangan online. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Praktik jual-beli satwa dilindungi kembali dibongkar. Kali ini dilakukan Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatara Utara (Sumut) bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut.

Seorang pelaku diamankan. Adalah AB, warga Dusun Ill, Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumut. Pemuda 25 tahun itu menjual hewan-hewan dilindungi yang masih anakan lewat laman Facebook.

Dari penangkapan, petugas gabungan menyita sejumlah barang bukti. Yakni, tiga ekor anak Elang Brontok (Nisaetus Cirrhatus), tiga ekor anak Kucing Akar/Kucing Kuwuk (Prionailurus Bengalensis), dan tiga ekor anak Lutung Emas/Budeng (Trachypithecus Auratus).

Direktur Reskrimsus Poldasu Kombes Pol Rony Santama menjelaskan, petugas awalnya mengetahui ada perdagangan satwa dilindungi melalui postingan akun Facebook bernama Keyla Safittrie. Dia memposting tulisan ke grup facebook jual-beli segala jenis hewan. "Tim kami lalu melakukan penyelidikan. Lalu berkomunikasi dengan pelakunya," ungkap Rony di Mapolda Sumut, Jumat (11/1).

Setelah berhasil berkomunikasi, polisi melakukan penyamaran sebagai pembeli. Lalu, polisi berpura-pura akan membeli Lutung emas yang dijual dengan harga Rp 250 ribu. Namun, AB menolak bertemu. Barang dikirim lewat ojek online. Kemudian dia meminta agar uangnya ditransfer.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi langsung melakukan penangkapan. Hasilnya diketahui, AB sudah menjalankan aksinya selama enam bulan. "Dia mengaku mendapat hewan itu dari masyarakat pesisir di Hamparan Perak. Kami masih melakukan pengembangan. Apakah ada indikasi perburuan liar," ungkapnya.

Pelaku mendapatkan satwa dilindungi dengan harga cukup murah. Mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp100 ribu. Lalu satwa dijual kembali dengan harga lebih mahal.

Seperti anak elang brontok yang dibanderol seharga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per ekor. Anak lutung emas seharga Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu per ekor, dan anak kucing akar Rp 250 ribu hingga Rp350 ribu per ekor

Selama enam bulan terakhir, pelaku sudah menjual puluhan ekor satwa. Mulai dari lutung emas/budeng, kucing akar, musang, monyet dan tupai. "Kami masih mencari ke mana yang sudah dijual ini. Pelaku bekerja hanya sendiri," beber Rony.

Kepala BKSDA Sumut Hotmauli Sianturi menambahkan, para pelaku penjualan satwa dilindungi sudah beralih ke online. "Sebelumnya kami patroli ke hutan atau operasi transportasi bus dan truk. Ternyata sekarang telah bergeser ke dunia maya," sambung Hotmauli.

Hal ini harus diantisipasi cepat melalui tim Cyber Patroli Polda Sumut. "Kami apresiasi Polda Sumut yang bergerak cepat. Kami akan terus berkoordinasi. Karena polda memiliki teknologi dan SDM yang mampu menangani kasus seperti ini," sebutnya.

Hotmauli berharap, hewan yang dilindungi dapat diselamatkan dan harus sehat hingga dewasa. Ia mengimbau kepada masyarakat yang menemukan satwa dilindungi untuk segera menghubungi BKSDA Sumut.

Sementara itu, satwa sitaan dari AB akan dibawa ke Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. "Hewan-hewan ini nantinya kami latih di pusat perlindugan satwa Sibolangit. Karena di sana ada tiga dokter satwa dengan peralatan medis yang cukup," terangnya.

Editor           : Sofyan Cahyono
Reporter      : prayugo utomo

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up