JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ayah dan Penjaga Kos Beberkan Kisah Asmara Andriana sebelum Dibunuh

11 Januari 2019, 09:19:32 WIB
Ayah dan Penjaga Kos Beberkan Kisah Asmara Andriana sebelum Dibunuh
Andriana Yubelia Noven Cahya, semasa hidup (Foto Facebook Noven Andriana)
Share this

JawaPos.com - Polisi masih memburu pelaku pembunuhan siswi SMK Bogor, Andriana Yubelia Noven Cahya, 18, yang tewas karena ditusuk. Diduga motif pembunuhan siswi SMK Baranangsiang Kota Bogor itu adalah soal asmara.

Keluarga korban pun akhirnya membeberkan kisah cinta korban dengan kekasihnya. Ayah korban, Yohanes Bosco Wijanarko mengatakan, anaknya sempat bercerita tentang kisah asmaranya dengan seorang pria. Sang anak mengaku telah memutuskan hubungan dengan kekasihnya beberapa waktu lalu.

“Dia ingin fokus belajar. Kabar terakhir dia memutuskan hubungan dengan pacarnya,” ucap Yohanes.

Sementara itu, penjaga kos bernama Lia, 36, juga membeberkan kisah asmara korban. Lia menyebut bahwa terduga pelaku pembunuhan pernah datang ke kos korban. Pria itu bertamu dua hari sebelum kejadian, tepatnya pada Minggu (6/1).

Lia mengatakan, ciri-ciri pria yang datang ke kos korban sama persis dengan ciri-ciri pelaku pembunuhan yang terekam CCTV. Namun Lia mengaku tidak mengenal pria tersebut.

“Saya tidak tahu itu siapa. Sebab dari sebelum-sebelumnya, Andriana Yubelia memang pernah kedatangan tamu pria. Tapi saya tahu itu teman sekolahnya. Dia mengerjakan tugas bersama Noven di sini,” ujar Lia kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group).

Dia menjelaskan, Andriana Yubelia sebelumnya pernah belajar mobil dengan seorang pria yang diduga merupakan kekasihnya. Tapi itu sudah dua-tiga bulan lalu. Sampai sekarang pacar Andriana Yubelia tak pernah kelihatan lagi.

Dia pun sudah memberikan informasi ini kepada polisi. Dia bahkan menyebut beberapa nama teman-teman sekolah Andriana Yubelia yang ia kenal, termasuk orang yang diduga pacar Andriana Yubelia.

“Namun, pacar Andriana yang saya maksud bukanlah seperti yang terpampang di CCTV,” ucapnya.

Kapolresta Bogor Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, pelaku masih dalam pengejaran polisi. Ia menduga pelaku menghabisi korban karena sakit hati dan dendam.

“Pelaku kan belum ketangkap, tapi pada umumnya kasus pembunuhan seperti ini pasti ada motifnya. Sementara dugaan awal karena dendam dan sakit hati,” ujarnya kepada wartawan.

Pembunuhan siswi SMK Bogor ini tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan teman-teman sekolah korban.

Rekan korban yang juga teman indekos korban, Vanesa Aula Febiana mengungkapkan bahwa korban merupakan sosok penyabar dan tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh. Saat bercanda dengan temannya, Andriana Yubelia juga tidak mudah tersinggung.

“Biasanya saya selalu jalan bareng sama dia, dan saya syok pas dengar informasi ini. Dia itu pokoknya ceria, baik, sabar, dan suka bercanda dengan kita,” ucapnya.

Sementara paman korban, Troyono, 46, mengaku tidak terima atas kejadian yang menimpa keponakannya. Ia berharap agar polisi segera mengungkap pelaku yang sebenarnya.

”Pelaku harus segera ditangkap. Kami tidak terima. Berikan hukuman seberat-beratnya. Jangan sampai kejadian ini menimpa kepada yang lain,” ujarnya.

Editor           : Yusuf Asyari
Reporter      : jpg
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up