alexametrics

Direktur RS Jiwa Dibuat Pusing Atas Penangkapan Pelaku Penembakan

11 Januari 2017, 03:00:21 WIB

JawaPos.com – Penangkapan Satriadi (29), pelaku penembakan terhadap Jodi Setiawan (21), warga Jalan Khadijah Ali Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau berbuntut panjang.

Pasalnya dia dulu pernah dinyatakan bebas oleh majelis hakim karena mengalami sakit jiwa saat menjalani sidang perkara peredaran narkoba jenis ekstasi pada 2015 silam.  Pernyataan sakit jiwa Satriadi disebut-sebut dikeluarkan oleh pihak rumah sakit jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru.

Namun hal itu dibantah oleh Direktur RSJ Tampan, dr Haznelli Juita MM. Dia membantah telah mengeluarkan surat keterangan gangguan jiwa terhadap Satriadi (29) tersangka penembakan warga Kampung Dalam.

“Yang mengeluarkan surat keterangan gangguan jiwa pada pasien itu (Satriadi) saya tidak tahu,” bantah Haznelli yang dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Rabu (11/1).

Haznelli juga mengaku, bahwa tidak mengetahui pasti apakah Satriadi dirawat di RSJ Tampan atau tidak waktu itu.  Namun untuk memastikan adanya pasien ini, pihaknya akan mencoba mengecek ulang datanya. “Ini kan rahasia gak bisa kami buka begitu saja. Kalau ada kepentingan hukum dan ada surat baru bisa kami lihatkan,” ujarnya.

Menurut Haznelli, keluarnya surat keterangan gangguan jiwa yang dialami Satriandi bisa saja dari pihak psikiater. Namun siapa dokter yang mengeluarkan surat itu dia tidak tahu sama sekali. “Kami tidak tahu siapa yang mengeluarkan surat itu. Tanya saja sama polisi,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza yang kini menjabat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau mengaku, bahwa surat keterangan gangguan jiwa itu dikeluarkan oleh dokter psikiater RSJ Tampan. “Yang mengeluarkan Dokter Psikiater RSJ Tampan. Namanya dr Andriza SpKJ,” ungkap Iwan.

Dia menambahkan, pada waktu lalu saat penyidikan dilakukan kepada tersangka, tersangka Satriadi memberikan keterangan berbelit dan tidak jelas. Oleh karena itu, Satriadi diduga mengalami gangguan jiwa dan diantarkan ke RSJ Tampan.

Sebelumnya, tersangka Satriandi divonis bebas di pengadilan lantaran mengaku mengalami gangguan jiwa dengan menunjukkan surat keterangan yang dibuat pihak RSJ Tampan. Namun, Senin (9/1) kemarin terungkap sudah kalau mantan polisi itu telah melakukan pembunuhan terhadap Jodi Setiawan dengan cara ditembak menggunakan senjata api (senpi) rakitan.

Dan tersangka ini berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Pekanbaru, di wilayah Padang Panjang (Sumbar), setelah bekerjasama dengan Polres Padang Panjang Sumatera Barat.

Sementara, diketahui bahwa Satriadi tidak mengalami gangguan jiwa lantaran selama dia bebas jalan-jalan ke Bali dan Medan. “Gak mungkin orang gila bisa jalan-jalan ke Bali dan Medan. Kemarin dia nembak orang sampai meninggal,” kata Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain sebelumnya. (man/iil/JPG)

Editor : Ilham Safutra



Close Ads
Direktur RS Jiwa Dibuat Pusing Atas Penangkapan Pelaku Penembakan