alexametrics

Guru SMAN 3 Ponorogo Ciptakan Aplikasi Pemecah Kerumitan Birokrasi

Wali Siswa Bisa Lihat Grafik Prestasi Anak
10 Desember 2019, 13:48:02 WIB

Berawal dari keinginan menyederhanakan birokrasi, para guru di SMAN 3 Ponorogo tergerak menciptakan aplikasi induk untuk segala urusan di sekolah. Berfungsi melihat jadwal pelajaran, hasil ujian, meminjam buku, hingga kelak membayar jajan di kantin sekolah. Aplikasi itu bernama Siaksa.

MIZAN AHSANI, Ponorogo

Kemuning senja menyorot halaman luas nan sepi di sekolah itu. Tak ada aktivitas.

Para guru sudah pulang. Begitu pula siswa. Lorong dan ruang-ruang kelas sepi. Kecuali satu ruangan sempit di lantai 2.

Di dalamnya, ada enam orang yang duduk melingkari satu meja, menatap tajam layar komputer masing-masing. Seperti gambaran dalam film-film bertema peretasan jaringan atau komputer. Namun, ini lain cerita. Mereka adalah para guru yang sedang menciptakan sebuah aplikasi.

’’Lemburnya bisa sampai malam. Itu hampir setiap hari karena aplikasi ini dibangun dari nol,’’ kata Sri Yuda Mustika Cahyajati, 38, koordinator para guru tersebut.

Cahya, sapaan dia, adalah guru di SMAN 3 Ponorogo. Dia memimpin tim yang diberi nama pusat data teknologi dan informasi (PDTI) di sekolah tersebut. Sejak tim dibentuk setahun lalu, anggotanya tidak berubah. Hanya enam guru dari berbagai mata pelajaran.

Cahya merupakan guru sosiologi. Namun, semua punya satu keahlian khusus: teknologi informasi.

’’Tiga orang ahli di bidang pemrograman,’’ ujar Cahya.

Yang dikerjakan Cahya dan kelima guru di PDTI sampai malam adalah aplikasi yang kini diberi nama Sistem Informasi Akademik Smaga (Siaksa). Versi awal aplikasi itu sukses ditelurkan tim PDTI dalam kurun waktu enam bulan.

Cahya mendeskripsikan Siaksa cukup dalam satu kata. Yakni, roh. Siaksa kini menjelma sebagai roh Smaga. Sebab, di dalamnya, segala urusan terintegrasi dalam satu aplikasi induk. ’’Kami ingin membuat satu aplikasi yang mengintegrasikan semua hal di sekolah.”

Setiap unsur di sekolah bisa mengakses Siaksa. Ada tiga halaman berbeda bagi siswa, guru, dan tenaga staf tata usaha (TU).

Seluruh identitas siswa yang tercantum di data pokok pendidikan (dapodik) bisa diakses di Siaksa. Guru juga bisa menilai hasil ujian dan memberikan nilai lewat aplikasi tersebut.

Bagi siswa, mereka bisa melihat jadwal pelajaran, berbagai pengumuman, sampai hasil ujian atau bahkan meminjam buku di perpustakaan lewat Siaksa. Wali siswa juga bisa melihat grafik prestasi anak-anak mereka lewat aplikasi itu. ’’Jadi, orang tua bisa mengecek perkembangan anak mereka dari rumah. Ke depan, dikembangkan pelacakan absensi siswa. Supaya tahu anak bolos atau tidak,’’ papar Cahya.

Aplikasi Siaksa yang saat ini digunakan sudah melewati berbagai pembaruan sejak dirilis tengah tahun lalu. Siaksa kini bahkan digunakan untuk ujian akhir semester (UAS) yang berbasis computer based test (CBT).

Inovasi tim Cahya, rupanya, diapresiasi. Cahya mengklaim, sebuah sekolah di Surabaya ingin mengkloning Siaksa untuk diterapkan.

Dalam waktu dekat, para guru berkunjung dan belajar langsung mengenai Siaksa.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */fin/c5/diq


Close Ads