alexametrics

Tekan Dampak Puting Beliung, Sudah Saatnya Mendata Pohon ‘Uzur’

10 Desember 2018, 08:05:36 WIB

JawaPos.com – Langkah mitigasi bencana perlu dilakukan setiap daerah dengan titik rawan bencana yang tinggi di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi dampak korban, ataupun kerugian yang mungkin terjadi ketika bencana terjadi.

Memasuki musim penghujan saat ini, beragam bencana bisa menerjang setiap daerah tanpa prediksi. Tak terkecuali angin puting beliung yang baru saja melanda Kota Bogor hingga menyebabkan seorang warga tewas karena tertimpa pohon tumbang.

Kepala Pusat Studi Bencana IPB Yonvitner mengatakan, beberapa langkah mitigasi bencana angin puting beliung misalnya memetakan pohon-pohon yang berumur tua serta pemangkasan pohon-pohon tinggi. Selain itu, juga pemetaan daerah rawan bencana tersebut.

“Memetakan pohon tua dan memangkas pohon tinggi, pemetaan daerah rawan angin kencang dan puting beliung,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (9/12).

Pemerintah Kota Bogor juga didorong untuk memperbaiki bangunan-bangunan yang rentan roboh. Harus dipersiapkan pula standarisasi dalam membangun rumah dan gedung agar tahan angin kencang.

“Dalam jangka panjang perlu mempersiapkan desaign bangunan yang tahan angin kencang. Model bangun ini tentu perlu dirancang secara baik, karena sebagian struktur bangunan rumah masyarakat saat ini sangat rentan rusak saat angin kencang,” tutur Yonvitner.

Dia menyayangkan, mitigasi tersebut belum diupayakan oleh pemda. “Satu hal yang belum diperhatikan dalam pembangunan rumah selama ini adalah tidak memperhitungkan daya tahan bangunan terhadap angin kencang,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (6/12) sore, angin puting beliung terjadi di Kota Bogor hingga menyebabkan 848 rumah rusak, puluhan pohon tumbang dan menimpa kendaraan, serta seorang meninggal. Korban tewas bernama Enny Reno, 40.

Puting beliung menerjang Bogor sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu hujan deras mengguyur Kota Hujan tersebut. Awalnya angin puting beliung bergerak dari arah Cipaku. Kemudian, angin menyapu apa saja yang dilewati. Benda yang tersapu itu ‘jalan’ mengikuti arah angin.

Puting beliung juga menumbangkan pohon-pohon, seperti pohon-pohon yang berada di Jalan Batu Tulis dan Siliwangi. Selain mobil Enno, satu motor dan dua rumah tertimpa pohon tumbang. Tak jauh dari lokasi tersebut, tiga kendaraan roda empat juga tertimpa pohon. Yakni, 2 angkot dan 1 unit Daihatsu Ayla.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (yes/JPC)

Tekan Dampak Puting Beliung, Sudah Saatnya Mendata Pohon 'Uzur'